Translate

Kamis, 15 Januari 2015

TUGAS 4. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR CETAK - MODUL



BAB 1.
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN
(AKAR, BATANG, DAUN, BUNGA, BUAH, DAN BIJI)

I.  A K A R
n  Berdasarkan asalnya, akar ada 2 macam :
1.    Akar Primer   :   Akar pertama yang tumbuh dari lembaga yang terkandung di dalam biji
2.   Akar Sekunder : Seluruh cabang akar yang tumbuh dari akar primer
n  Tumbuhan dikotil      : sistem akar tunggang
n  Tumbuhan monokotil : sistem akar serabut



Struktur Akar


n  Struktur luar :
            a. rambut akar
            b. ujung akar
            c. batang akar
            d. tudung akar.
n  Struktur dalam :
            a. epidermis
            b. korteks
            c. endodermis
            d. silinder pusat (stele


Rambut Akar
         Merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar
         Fungsi: Memperluas daerah penyerapan air dan mineral
         Hanya tumbuh dekat ujung akar dan relatif pendek
Ujung Akar/Zona Pembelahan Sel
         Merupakan titik tumbuh akar
         Terdiri dari: jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan aktif membelah diri
         Dilindungi oleh tudung akar, yang :
o   fungsinya untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah
o   Bagian luarnya mengandung lendir untuk memudahkan akar menembus tanah.



                  UJUNG AKAR                     


            
      


    



Epidermis Akar (Kulit luar)
n Merupakan lapisan luar akar
n Terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat
n Dinding sel: tipis dan mudah dilalui air
n Sel-sel epidermis akan bermodifikasi membentuk rambut-rambut akar
Korteks Akar (Kulit pertama)
*  Terdiri dari beberapa lapis sel yang berdinding tipis
*  Terdapat ruang-ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran gas
*  Fungsi: tempat menyimpan cadangan makanan
Endodermis Akar
n Terdiri dari selapis sel yang tebal
n Sel-sel endodermis memiliki pita kaspari, yaitu bagian seperti pita yang mengandung gabus (zat suberin).
n Fungsi: Pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah yang masuk ke silinder pusat
Silinder Pusat/Stele Akar
Tersusun atas
1.   Perisikel (perikambium), yaitu :
·         Lapisan terluar yang terdiri dari satu / beberapa lapisan sel
·         Berfungsi dalam proses pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke samping
2. Xylem (pembuluh kayu)
3. Floem (pembuluh tapis)
                   
Penampang Akar Dikotil  
                                   












Fungsi Akar
1.    Menyerap air dan mineral
2.    Menunjang dan memperkokoh berdirinya tumbuhan
3.    Sebagai alat pernapasan, misal pada tumbuhan bakau
4.    Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan



Proses Penyerapan Air dan Mineral serta Pengangkutannya
n  Melalui ujung akar dan rambut-rambut akar
n  Air dan mineral diserap rambut-rambut akar menuju pembuluh kayu akar (xylem) melalui epidermis, korteks, endodermis.
n  Pengangkutan ada 2, yaitu:
1. Pengangkutan ekstravaskuler  :           Aliran air dan mineral dari rambut akar,epidermis, korteks, endodermis, hingga pembuluh kayu terjadi diluar berkas pembuluh.
2. Pengangkutan vaskuler : Pengangkutan air dan mineral ke daun melalui pembuluh kayu (angkut) pada batang, cabang dan daun
n  Penyerapan dan pengaliran air berlangsung secara:
1. Osmosis, yaitu pergerakan (perpindahan) zat dari larutan yang kurang pekat (berkonsentrasi rendah) ke larutan yang lebih pekat (berkonsentrasi tinggi) melalui selaput semipermeabel (selaput pemisah yang hanya dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang larut di dalamnya)
2. Transpor Aktif, yaitu sistem transpor ion-ion dan molekul-molekul melalui membran (selaput) sel dengan menggunakan energi. Mineral dari tanah secara transpor aktif masuk ke dalam sel tumbuhan dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi
n  Air masuk ke dalam sel tumbuhan menyebabkan tekanan pada dinding sel dan menimbulkan ketegangan (turgor) antara dinding sel dengan isi sel setelah menyerap air. Tekanan ini disebut tekanan turgor

II.   B A T A N G
n  Perbedaan akar dan batang terletak pada kuncupnya, dimana batang memiliki kuncup, yaitu:
a. Kuncup ujung batang (kuncup terminal), terletak di ujung batang yang sedang tumbuh dan berfungsi melanjutkan pertumbuhan batang.
b. Kuncup ketiak (kuncup aksilar), terletak pada ruas tertentu sepanjang batang dan terdapat pada ketiak daun, yang akan menjadi cabang batang.
c. Kuncup bunga, yang akan berkembang menjadi bunga
d. Kuncup liar, muncul di mana saja ketika tumbuhan luka
n  Batang yang berubah bentuk :
a. Umbi batang, misalnya kentang c. Sulur, sebagai alat pembelit, misalnya anggur
b. Rhizoma, misalnya jahe dan lengkuas           d.         Geragih / stolon, misalnya  arbei

Struktur Luar (Morfologi) Batang
Berdasarkan keadaan batang, struktur luar batang ada 2 macam :
  1. Batang Tumbuhan Herba, dengan ciri-ciri sebagai berikut :


·     Lunak
·     Berwarna hijau
·     Jaringan kayu sedikit/tidak ada
·     Ukuran batang kecil dan umurnya relatif pendek


Contoh batang tumbuhan herba  : jagung, bunga matahari, bayam, kacang dll
  1. Batang Tumbuhan Berkayu, dengan ciri-ciri :


·     Keras
·     Umurnya relatif panjang
·     Terdapat lentisel (lubang-lubang kecil)
·     Kulit kayu agak tebal


Contoh batang tumbuhan berkayu : mangga, jati, angsana dll

Struktur Dalam (Anatomi) Batang
1.   Batang Tumbuhan Herba, bagian dalamnya terdiri dari :
·     epidermis tipis (ada stomata)
·     sel-sel korteks (mengandung klorofil)
·     jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim)yang menyebabkan batang tumbuhan herba dapat menopang daun-daun dan dapat berdiri dengan tegak.
2.   Batang tumbuhan berkayu, bagian dalamnya terdiri dari :
·     epidermis
·     korteks
·     stele (silinder pusat)

Epidermis Batang (kulit luar)
·     Terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat dan tidak terdapat rongga-rongga antarsel
·     Dinding sel menebal dan dilapisi kutikula atau kambium gabus yang membentuk lapisan gabus
·     Fungsi : melindungi lapisan-lapisan di dalamnya.

Korteks Batang (kulit pertama)
·     Terdiri dari jaringan parenkim di bawah epidermis
·     Tersusun atas beberapa lapis sel berdinding tipis dan memiliki vakuola besar
·     Terdapat rongga-rongga antar sel (untuk pertukaran udara) dan floeterma (sel-sel pada lapisan korteks paling dalam yang berbentuk khas dan mengandung butir-butir pati).
·     Fungsi : Sebagai tempat penyimpanan makanan.


Stele Batang (Silinder pusat)
  • Bagian terdalam batang
  • Terdapat berkas pembuluh angkut, yaitu xylem (pembuluh kayu) di sebelah dalam dan floem (pembuluh tapis) di sebelah luar
  • Bagian dalam: empulur, yaitu bagian batang yang paling luas.
  • Dari pusat ke arah kulit kayu tampak garis-garis radial (jari-jari empulur) sehingga air dan zat makanan bergerak ke arah samping.
  • Jaringan kambium yang terdiri dari sel-sel yang selalu aktif membelah diri yang memisahkan kulit kayu dari bagian batang lainnya serta membentuk sel xylem (kayu) ke arah dalam dan sel floem (kulit kayu) ke arah luar. Aktivitas ini menimbulkan lingkaran tahun pada batang/kayu tumbuhan

Fungsi Batang
1.    Organ lintasan air dan mineral dari akar ke daun dan lintasan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan
2.   Organ pembentuk dan penyangga daun
3.   Tempat penyimpanan makanan
4.   Alat perkembangbiakan vegetatif

III.        D A U N
Struktur luar (morfolog) daun
·         Bentuk pipih melebar dan berwarna hijau karena disebabkan oleh kandungan kloroplas di dalam sel-sel daun, dimana dalam kloroplas terdapat klorofil
·         Bagian-bagian daun  :
1. Helaian daun (lamina)
2. Tangkai daun (petiolus)
3. Pangkal tangkai daun/pelepah daun








 










·         Berdasarkan bagian-bagiannya, daun dibagi 2 macam, yaitu :
a. Daun sempurna / daun lengkap           :           Daun yang memiliki ketiga bagian daun
    Contoh                               : Daun pisang, daun talas
b. Daun tidak sempurna/tidak lengkap    :           Jika tidak memiliki salah satu dari ketiga bagian daun
Contoh                               : Daun jambu, daun mangga
·         Berdasarkan susunan helai daun pada tangkainya, daun dibagi dalam 2 jenis, yaitu :
a. Daun tunggal       :           Daun yang hanya memiliki satu helai daun pada tangkainya.
                            Contoh       : Daun mangga
b. Daun majemuk     :           Daun yang memiliki lebih dari satu helai daun pada tangkainya. Ada yang menyirip (ganda/tunggal) dan ada yang menjari.
    Contoh       : Daun belimbing
·         Tumbuhan dikotil tulang daun menyirip/menjari, sedangkan tumbuhan monokotil tulang daunnya   sejajar/melengkung

 Struktur dalam (anatomi) daun



 







Struktur Dalam (Anatomi Daun), terdiri dari :
1. Epidermis daun
·         Lapisan terluar yang terdapat di permukaan atas dan bawah daun
·         Terdiri dari satu lapis sel epidermis yang tidak memiliki ruang antarsel
·         Fungsi epidermis atas        : melindungi bagian-bagian yang ada di bawahnya
Fungsi epidermis bawah    : melindungi bagian-bagian yang ada di atasnya
·         Pada epidermis terdapat:
                        a. Lapisan lilin/rambut-rambut halus, untuk mencegah penguapan air yang berlebihan
                        b. Stomata (mulut daun), untuk pertukaran gas

2. Jaringan tiang/jaringan palisade/jaringan pagar
·         Terdiri dari sel-sel silindris, tegak, tersusun rapat dan banyak mengandung kloroplas
·         Sebagai tempat terjadinya fotosintesis

3. Jaringan bunga karang/jaringan spons
·         Terdiri dari sel-sel yang bentuknya tidak teratur
·         Terdapat ruang antarsel (sel-selnya tidak rapat) dan sedikit mengandung kloroplas
·         Fungsi : menampung karbondioksida untuk fotosintesis

4. Berkas pembuluh angkut
·         Terdapat di dalam tulang-tulang daun
·         Lanjutan dari sistem jaringan pembuluh angkut batang atau cabang dan pembuluh angkut akar
Fungsi Daun
1.   Tempat fotosintesis : di jaringan palisade
2.   Tempat transpirasi/penguapan pada tumbuhan : melalui stomata(mulut daun)
3.   Alat pernapasan: melalui stomata untuk mendapat energi yang terkandung di dalam makanan
4.   Alat perkembangbiakan vegetatif : seperti pada daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata)

Sistem Pengangkutan pada Tumbuhan
         Suatu sistim yang berperan dalam pengangkutan air dan mineral yang diserap oleh akar ke daun dan zat-zat hasil fotosintesis
         Dilakukan oleh jaringan pengangkut yang terdiri dari  :
a.    Xylem (pembuluh kayu), yang berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke daun.
b.    Floem (pembuluh tapis), yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke bagian-bagian lain tumbuhan
         Air dan mineral dapat naik sampai ke daun yang tinggi karena adanya kekuatan tertentu, yaitu:
a.    Tekanan Akar
-      Ditimbulkan sebagai akibat pergerakan air secara osmosis dari sel ke sel pada akar menyebabkan air terdorong/tertekan sehingga naik ke pembuluh kayu batang.
-     Besarnya tekanan pada akar dipengaruhi oleh besar kecil dan tinggi rendahnya tumbuhan
b.   Kapilaritas Batang
-     Kapilaritas pembuluh kayu dari akar dan batang menyebabkan air dan mineral yang terlarut naik ke puncak batang dan daun.
c.    Daya Isap Daun
-     Disebabkan adanya penguapan air dari daun sehingga aliran air dan mineral dari akar, batang dan daun terjadi terus-menerus.
-     Besarnya sebanding dengan jumlah daun yang dimilikinya.
IV. B U N G A

n  Berdasarkan bagian-bagian yang terdapat dalam bunga:
a.   Bunga lengkap/sempurna :           Bunga yang memiliki perhiasan dan alat kelamin.
      Contoh                         :   Kembang sepatu
b.   Bunga tidak lengkap/tidak sempurna      :           Jika salah satu hiasan bunganya atau salah satu alat kelaminnya tidak ada.
n  Berdasarkan alat kelaminnya, bunga dibagi dalam 3 macam  :
      a. Bunga jantan         :   Bunga yang memiliki benang sari tetapi tidak mempunyai putik.
      b. Bunga betina         :   Bunga yang memiliki putik tetapi tidak mempunyai benang sari.
      c. Bunga hermafrodit    :     Bunga yang memiliki putik dan benang sari dalam satu bunga.

BAGIAN-BAGIAN BUNGA






1.   Perhiasan Bunga(periantium), yang terdiri dari :
a.    Kelopak (calyx/sepal)
·         Bagian terluar dari bunga
·         Berwarna hijau/warna lain yang tersusun dalam satu / beberapa lingkaran
·         Fungsi : Melindungi kuncup bunga
b.    Mahkota (corolla/petal)
·         lebih besar dari kelopak dan letaknya di dalam kelopak
·         memiliki warna  yang mencolok








           
2.   Alat Kelamin, yang terdiri dari :
a.    Benang sari (stamen)
·         Merupakan organ perkembangbiakan (alat kelamin) jantan yang menghasilkan sel kelamin jantan (sperma)
·         Letak        :   mengelilingi putik
·         Tersusun dari     :           tangkai sari (filamen), kepala sari/kotak sari (anthera) dan serbuk sari (polen)
b.    Putik (psitillum)
·         Merupakan organ perkembangbiakan betina yang membentuk sel telur (ovum)
·         Letak        :   bagian pusat bunga setelah benang sari
·         Tersusun dari     :           kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), bakal buah dan bakal biji  ( sel kelamin betina /ovum )


V.  B U A H
n  Pembuahan: peristiwa penyatuan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina
n  Pembuahan yang terjadi sebelum penyerbukan disebut partenokarpi
n  Bakal buah (pada bagian bawah putik) berkembang menjadi buah dan bakal biji berkembang menjadi biji
n  Berdasarkan perkembangannya, buah dibagi dalam 3 macam  :
a. Buah Tunggal :   Buah yang dibentuk oleh 1 bakal buah
Contoh               :   mangga
b. Buah Agregat :   Buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari 1 bunga
                Contoh               :   sirsak, buah arbei, buah srikaya
c. Buah Majemuk/ganda   :           Buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga
Contoh               :   nenas, buah keluwih, buah nangka
n  Berdasarkan kandungannya, buah di bagi dalam 2 macam :
a. Buah lunak          :           Bakal buah dan bagian-bagian bunga akan membentuk bangunan berdaging di sekeliling biji (buah berdaging)
    Contoh     :   apel, jeruk
b. Buah kering        :           Bakal buah membentuk pelindung yang keras untuk biji.
    Contoh     :   kacang-kacangan
n  Berdasarkan asalnya, buah dibagi dalam 2 macam :
a. Buah Sejati
·     Terbentuk dari bakal buah
·     Seluruh jaringannya berasal dari bakal buah
Contoh     :   Mangga, alpukat, semangka, pepaya
b. Buah Semu          :           Buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga.
    Contoh     :   arbei, apel, nangka, jambu mede


VI. B I J I
n  Merupakan alat perkembangbiakan generatif
n  Bagian-bagian biji :
1. Kulit Biji (spermodermis)
·         Pada Angiospermae (tumbuhan biji tertutup), biji memiliki 2 lapisan, yaitu kulit luar (testa) yang tipis tetapi keras dan kulit dalam (tegmen/kulit ari) seperti selaput
·         Pada Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka),biji memiliki 3 lapisan, yaitu lapisan luar yang tebal berdaging. Lapisan tengah yang kuat, keras dan             berkayu, serta lapisan dalam yang tipis seperti selaput, contoh: biji melinjo
2. Tali Pusat (Funiculus)
·         Bagian yang menghubungkan biji dengan papan biji (plasenta)
·         Jika biji masak, tali pusat lepas sehingga pada biji terlihat bekas yang disebut pusat biji (hilus)



3.Inti biji (nucleus seminis)
·         Semua bagian biji yang terdapat di dalam kulit dalam
·         Terdiri dari lembaga (embrio), yaitu calon tumbuhan/individu baru dan putih lembaga (endosperm), yaitu tempat cadangan makanan.


 











Latihan :

Isilah dengan tepat titik-titik dibawah ini :
1.  Sekumpulan sel yang sama akan...........
2.  Dalam proses fotosintesis dihasilkan karbohidrat..............
3.  Jaringan pelindung disebut juga jaringan.....
4.  Jaringan yang berfungsi mengangkut zat-zat yang ada pada tumbuhan...........
5.  jaringan kolenkim dan sklerenkim merupakan.......


Rangkuman :

1.  Tumbuhan terdiri atas tiga bagian utama yaitu akar, batang, dan daun.
2. Akar pada tumbuhan berfungsi sebagai jangkar yang menjaga tumbuhan dari tiupan angin dan hanyutan air.
3. Secara anatomi, bagian-bagian akar meliputi epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat.
4. Batang tumbuhan merupakan sumbu tumbuhan yang mendukung cabang, daun, dan bunga.
5. Batang dikotil dan monokotil memiliki perbedaan, yaitu batang dikotil memiliki kambium sementara batang monokotil tidak memiliki kambium.
6. Berkas pengangkut yang dijumpai pada tumbuhan ada dua macam yakni xilem yang mengangkut air dan mineral serta floem yang mengangkut hasil fotosintesis tumbuhan.
7. Daun tumbuhan memiliki beberapa macam jaringan, yakni epidermis, palisade,    sponsa, dan pengangkut yang dilengkapi suatu struktur yang disebut stomata.


TES FORMATIF :
  1. Pada penampang melintang daun, yang paling banyak mengandung klorofil adalah jaringan
a.    tiang                         c.  epidermis
b.    spons                     d.  stomata

  1. Stomata terdapat dalam….
a.    endodermis         c.   tiang        
b.    epidermis             d.   semua benar

  1. Pada tumbuhan, stomata berperan sebagai….
a.   transportasi hasil fotosintesis
b.   transport mineral
c.   transport air
d.   pernapasan tumbuhan

  1. Pertukaran gas pada tumbuhan hijau berlangsung di….
      a.  korteks                      c. epidermis
 b.  endodermis              d. stomata & lentisel

  1. Kambium keluar membentuk….
      a. floem                      c. xilem
 b. epidermis               d.  pembuluh kayu

  1. Fungsi xilem adalah....
a.  menguatkan tumbuhan             
b.  proses pernapasan   
c.  mengangkut hasil fotosintesis
d.  mengangkut garam dan mineral          

  1. Letak berkas pembuluh angkut pada tumbuhan monokotil adalah….
           a.  teratur dalam lingkaran
b.  tersebar
c.  pada epidermis
           d.  pada kambium
8.  Pada bagian daun, terdapat pori-pori untuk pertukaran gas yang disebut....
a.  lentisel             
b.  xilem   
c.  floem
d.  stomata

9.  Pada jaringan epidermis tumbuhan terdapat lilin yang berfungsi mengurangi penguapan yang disebut          
a.  palisade             
b.  kutikula   
c.  xilem
d.  stomata

10.  Peranan penting daun bagi tumbuhan yaitu untuk ....
a.  pernapasan             
b.  menyerap air   
c.  menyebarkan sari-sari makanan
d.  fotosintesis


Jawablah dengan benar pertanyaan berikut !
1. Berdasarkan hasil pengamatan kamu pada saat mengamati struktur anatomi batang pada kacang tanah dan jagung, jawablah pertanyaan berikut.
a. Jelaskan perbedaan struktur jaringan dari kedua batang tersebut!
    b. Berdasarkan ciri-cirinya, termasuk kelompok tumbuhan apakah jagung dan    kacang tanah














BAB 2.
FOTOSINTESIS

Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan untuk menghasilkan energi. Pada manusia makanan didapatkan dari tumbuhan dan hewan pada hewan makanan didapatkan dari tumbuhan atau hewan lain. Bagaimanakah cara tumbuhan untuk memperoleh energi? Sebagai produsen, tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Bagaimana tumbuhan melakukan fotosintesis?
Fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan senyawa kompleks dari senyawa sederhana dengan menggunakan energi cahaya. Tumbuhan mendapatkan energi cahaya ini dari matahari. Tumbuhan yang dapat memanfaatkan energi cahaya matahari adalah tumbuhan yang memiliki klorofil. Julius von Sachs melalui percobaannya telah membuktikan fotosintesis terjadi pada tumbuhan hijau (berklorofil) dengan bantuan sinar matahari untuk memahami bagaimana fotosintesis.

Sama halnya dengan proses memasak, fotosintesis juga memerlukan bahan. Bahan untuk fotosintesis adalah molekul air (H2O) dan karbon dioksida (CO2). Pada proses fotosintesis akan membentuk glukosa (molekul gula) dan menghasilkan oksigen. Secara kimiawi, proses fotosintesis dapat dituliskan dengan reaksi berikut ini.
Cahaya
                                           Matahari  + KLOROFIL
6CO2 (karbon dioksida) + 6H2O (air)             C6H12O6 (glukosa) + 6O2 (oksigen)


Apakah benar dalam proses fotosintesis dihasilkan oksigen dan glukosa? Ingatkah pada waktu kelas VII, kamu pernah melakukan penyelidikan Ingeuhouz dengan melihat fotosintesis pada tumbuhan Hidrylla sp? Ternyata gelembung-gelembung yang dihasilkan adakah oksigen. Nah apakah benar dalam proses fotosintesis dihasilkan glukosa? Coba amati data pengamatan praktikum kamu.
Proses fotosintesis terjadi dalam dau tahap, yaitu tahap pertama yang disebut dengan reaksi terang dan tahap kedua yang disebut dengan reaksi gelap. Pada beberapa reaksi kimia dalam tahap reaksi terang membutuhkan adanya cahaya yang diserap oleh pigmen klorofil. Cahaya yang diserap ini akan memecah air menjadi 2 molekul O2 (oksigen) dan H2 (hidrogen).
Oksigen akan dikeluarkan oleh tumbuhan melalui stomata. H2 akan dipakai tumbuhan untuk reaksi gelap pada proses fotosintesis. Carilah info dari berbagai sumber, bagaimanakah terjadinya reaksi gelap pada preoses fotosintesis!
Apa pentingnya melakukan fotosintesis?
Fotosintesis berperan dalam menyediakan makanan untuk semua organisme. Organisme fotosintetik menggunakan karbon dioksida dan melepaskan oksigen yang dibutuhkan oleh semua organisme termasuk manusia untuk tetap hidup. Sebanyak 90% oksigen yang ada di atmosfer merupakan hasil fotosintesis. Jadi, peristiwa fotosintesis penting untuk keberlangsungan makhluk hidup di bumi.

LATIHAN :
1.  Tempat terjadinya fotosintesis adalah di.....
2.  Faktor apa saja yang diperlukan untuk keberhasilan fotosintesis.....
3.  Apa peran klorofil dalam proses fotosintesis.....

RANGKUMAN :

Daun berfungsi sebagai organ fotosintetik karena memiliki sel-sel parenkim yang berisi kloroplas sehingga dapat menghasilkan bahan berupa glukosa.

TES FORMATIF :

1. Sehelai daun ditutupi sebagian dengan kertas timah, lalu diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari selama 24 jam. Daun tersebut kemudian dipetik dan dilakukan uji iodium pada permukaan atas daun. Proses tersebut merupakan cara untuk....
a. mengetahui bahwa hasil fotosintesis adalah amilum
b. mengetahui bahwa amilum terdapat pada seluruh bagian daun
c. mengetahui bahwa klorofil diperlukan dalam fotosintesis
d. mengetahui bahwa pada fotosintesis terbentuk gas oksigen
2. Struktur daun yang berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan dan tempat pertukaran udara dalam tumbuhan secara berturut-turut adalah....
a. jaringan palisade dan stomata
b. jaringan sponsa dan epidermis
c. jaringan palisade dan xilem
d. jaringan sponsa dan floem
3. Jaringan yang berfungsi menyebarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian adalah....
     a. rambut akar
b. epidermis
c. endodermis
d. floem
4.  Energi dari cahaya matahari terperangkap oleh pigmen hijau yg disebut
a.      reduksi                        c.  xilem     
b.      klorofil                            d.   floem
5.  Salah satu syarat terjadinya fotosintesis adalah…..
a.   karbohidrat                c. cahaya
b.   oksigen                      d. glukosa


Jawablah dengan benar pertanyaan berikut !

1.  Fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan senyawa kompleks dari senyawa sederhana yang dilakukan oleh tumbuhan. Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis?























BAB 3.
GERAK TUMBUHAN



Jika kita amati dengan seksama, ternyata tumbuhan juga melakukan gerakan. Meskipun gerakan pada tumbuhan cenderung lambat, namun masih dapat diamati perbedaannya. Misalnya gerakan yang muncul pada tumbuhan putri malu. Tumbuhan putri malu akan tampak menguncup saat kita menyentuhnya. Meskipun tidak ada perpindahan tempat, namun tumbuhan putri malu tersebut masih dianggap bergerak karena gerakan pada organisme tidak selalu merupakan gerak berpindah tempat. Bagaimana dengan tumbuhan lainnya? Apakah juga melakukan gerak? Bagaimana tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat bergerak? Gerakan-gerakan seperti apa saja yang dilakukan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita pelajari gerak pada tumbuhan berikut ini.
1. Gerak pada Tumbuhan
Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu gerak endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom.
a. Gerak Endonom
Gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun Hydrilla verticillata dapat diketahui dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel .Gerak ini terjadi secara spontan dan tidak diketahui penyebabnya, atau tidak memerlukan rangsang dari luar. Gerak yang demikian disebut gerak endonom. Rangsang pada gerak endonom diduga berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
b. Ge
rak Higroskopis
   Merekahnya kulit buah-buahan yang sudah kering pada tumbuhan polong-polongan, membukanya dinding sporangium (kotak spora) paku-pakuan, membentang dan menggulungnya gigi-gigi peristoma pada sporangium lumut adalah contoh-contoh dari gerak higroskopis .Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata.
c. Gerak Esionom
Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dapat dibedakan menjadi gerak tropisme, gerak taksis, dan gerak nasti.
1) Gerak Tropisme
Gerak tumbuhan dapat diamati melalui beberapa gejala, salah satunya adalah arah tumbuh tumbuhan.



Arah tumbuh tumbuhan dapat berubah karena pengaruh lingkungan. Contoh tumbuhan yang diletakkan dekat jendela batangnya tumbuh menuju cahaya. Cahaya merupakan rangsang yang datangnya dari luar tumbuhan. Gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya rangsang dari luar disebut tropisme. Jika arah gerak tumbuhan mendekati rangsang disebut gerak tropisme positif, tetapi jika arah gerak tumbuhan menjauhi rangsang disebut gerak tropisme negatif. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak tropisme dibagi menjadi geotropisme (gravitropisme), hidrotropisme, tigmotropisme, kemotropisme, dan fototropisme (heliotropisme).
a). Gerak Geotropisme
Perhatikan pada kecambah tanaman tersebut, arah gerak akar selalu menuju pusat bumi dan arah gerak tumbuh batangnya selalu tegak ke atas menjauhi pusat bumi. Arah gerak bagian tumbuhan baik akar maupun batang tersebut karena pengaruh gravitasi. Gerak tumbuhan yang demikian disebut geotropisme atau gravitropisme.
b). Gerak Hidrotropisme
Pertumbuhan akar yang selalu menuju ke sumber air disebut gerak hidrotropisme. Hidrotropisme adalah gerak tropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan air.
c). Gerak Tigmotropisme
Gerak membelitnya ujung batang atau ujung sulur kacang panjang dan mentimun pada tempat rambatannya disebut gerak tigmotropisme. Tigmotropisme adalah gerak tropisme yang diakibatkan oleh rangsang berupa sentuhan dengan rambatannya baik berupa benda mati atau tumbuhan lain. Contoh gerak tropisme dapat dilihat pada
d). Gambar Fototropisme
Gambar menunjukkan pengaruh rangsang cahaya terhadap arah tumbuh batang tumbuhan. Gerak tropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya disebut gerak fototropisme atau heliotropisme. Tumbuhan yang arah tumbuhnya mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif sedangkan yang menjauhi cahaya disebut fototropisme negatif. Contohnya adalah gerakan ujung batang bunga matahari yang membelok menuju ke arah datangnya cahaya (fototropisme positif).


e). Gerak Kemotropisme
Penyerbukan merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Selanjutnya, serbuk sari akan berkecambah di kepala putik dan membentuk buluh serbuk yang akan membawa gamet jantan (spermatozoid) menuju gamet betina (sel telur). Gerakan buluh serbuk sari menuju sel telur pada bakal buah karena pengaruh zat gula yang dikeluarkan oleh bakal buah (zat kimia). Gerak tropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan bahan kimia disebut kemotropisme.
2) Gerak Taksis
Gerak taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak taksis biasanya dilakukan oleh organisme bersel satu. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis.
Gerak spermatozoid menuju sel telur pada archegonium tumbuhan lumut dan tumbuhan paku yang bergerak karena tertarik oleh zat gula atau protein yang dihasilkan oleh archegonium disebut gerak kemotaksis Kemotaksis adalah gerak taksis tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa bahan kimia.
Gerak kloroplas ke sisi sel yang memperoleh cahaya disebut gerak fototaksis. Fototaksis adalah gerak taksis tumbuhan yang dipengaruhi rangsang berupa cahaya.


3) Gerak Nasti
Nasti adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangannya gerak nasti dibedakan menjadi niktinasti, fotonasti, dan tigmonasti atau seismonasti.
a). Gerak Niktinasi
Menguncupnya daun tumbuhan Leguminosae (kacang-kacangan) menjelang petang akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun disebut gerak niktinasti (Gambar 1.10). Niktinasti adalah gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan dari lingkungan yang terjadin pada malam hari.
b). Gerak Fotonasti
Mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari disebut gerak fotonasti. Fotonasti adalah gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan cahaya


LATIHAN :

1.   Daya hisap daun timbul karena adanya penguapan pada………
2.   Gerak fototropisme merupakan gerak tumbuhan untuk menanggapi rangsang berupa……….
3.   Sirih membentuk sulur merambat ke atas karena adanya batang disebelahnya. Ini adalah  gerak………
4.   Gerak menutupnya daun putri malu bila disentuh disebut gerak……..


RANGKUMAN :


Gerak tumbuhan berdasarkan rangsangannya dibagi menjadi gerak endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom.
2. Gerak endonom (gerak spontan) adalah gerak tumbuhan yang tidak memerlukan rangsang dari luar atau tidak diketahui penyebab luarnya. Rangsangan pada gerak endonom diduga berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
3. Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di dalam sel, sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata.
4. Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan adanya rangsangan dari lingkungan sekitar.
5. Gerak esionom dibagi menjadi gerak tropisme (yang terdiri atas gerak geotropisme, hidrotropisme, tigmotropisme, fototropisme, dan kemotropisme), gerak taksis (yang terdiri atas gerak kemotaksis dan fototaksis), dan gerak nasti (yang terdiri atas gerak niktinasti, fotonasti, seismonasti, termonasti, dan nasti kompleks).


TES FORMATIF :

1.   Gerak tumbuhan yang memerlukan rangsang berupa perubahan kadar air di dalam sel    sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata disebut…
a. gerak hidronasti
b. gerak hidrotropisme
c. gerak hidrostatis
d. gerak higroskopis
2.    Contoh gerak tumbuhan berikut yang bukan merupakan contoh dari gerak nasti adalah….
a. menguncupnya daun tanaman Leguminosae
b. mekarnya bunga pukul empat
c. menutupnya daun putri malu
d. merekahnya kulit buah-buahan yang sudah kering pada tumbuhan polong-  polongan
3.  Sirih membentuk sulur merambat keatas. Ini adalah gerak
a.  termonasti               c.  tigmonasti            
b.  seismonasti            d.   fototaksis

4.  Gerak mengatupnya daun putri malu bila disentuh adalah gerak…..
a.  termonasti               c.  tigmonasti            
b.  seismonasti            d.   fototaksis
5.  Gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang adalah...
a.  nasti dan tropisme
b.  taksis dan tropisme
c.  tropisme dan seismonasti
d.  seismonasti dan taksis


Jawablah dengan benar pertanyaan berikut !

1.  Tuliskan macam-macam gerak pada tumbuhan, jelaskan.








BAB 4.
HAMA DAN PENYAKIT PADA TUMBUHAN
Pernahkah kamu melihat suatu tanaman yang daunnya rusak karena dimakan ulat atau hewan lain? Dalam perkembangan dan pertumbuhannya, tanaman sering mendapat berbagai macam gangguan dari lingkungan, misalnya berupa serangan hama, gulma, dan penyakit. Hama merupakan salah satu pengganggu pada tanaman. Tanaman yang terserang hama dapat mati atau rusak. Berbagai gangguan tersebut dapat menurunkan produktivitas tanaman produksi. Jika tidak ditangani dengan baik, serangan hama dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Bahkan tanaman tersebut dapat mati karenanya. Tahukah kamu, apa saja yang termasuk hama, gulma, dan penyakit tanaman? Mari kita pelajari bersama melalui uraian berikut ini.
Hama
Hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, terutama aktivitas untuk mendapatkan makanan dan bertempat tinggal. Hama dapat merusak tanaman secara langsung maupun tidak langsung. Gangguan atau serangan hama dapat terjadi sejak benih, pembibitan, pemanenan, hingga di gudang penyimpanan. Gangguan dan serangan itu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hama yang menyerang tanaman ada beraneka ragam, misalnya wereng, gangsir, tikus, ulat tanah, lalat buah, walang sangit, dan kutu. Selain itu, tanaman juga dapat terserang berbagai macam penyakit. Penyakit tanaman dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan alga. Hewan yang termasuk hama dikelompokkan ke dalam beberapa golongan, yaitu sebagai berikut.
  1. Mamalia, misalnya musang, tupai, tikus, dan babi hutan.
  2. Aves, misalnya burung dan ayam.
  3. Serangga, misalnya belalang, wereng, dan kumbang.
  4. Molusca, misalnya siput dan bekicot.
Contoh hama dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut.
1.    Wereng
Wereng adalah sejenis kepik yang menyerang tumbuhan dan menyebabkan daun dan batang menjadi berlubang-lubang. Jika serangannya parah maka daun akan menguning, kering, dan akhirnya mati. Wereng dapat dikendalikan secara kimiawi, misalnya dengan penyemprotan menggunakan insektisida. Menyemprot dengan pestisida harus menggunakan baju lengan panjang, sarung tangan, penutup muka masker, topi, sepatu, dan diupayakan tidak melawan arah angin.
2.        Gangsir
Gangsir merupakan binatang yang sering menyerang tanaman yang masih muda, misalnya tanaman yang baru dipindah dari persemaian. Gigitan gangsir menyebabkan tanaman mati karena batangnya putus atau patah. Potongan pangkal batang itu biasanya tidak dimakan tapi hanya diputus. Serangan gangsir biasanya terjadi pada malam hari. Gangsir membuat liang di dalam tanah sampai kedalaman 90 cm dengan ciri khas ada onggokan tanah di permukaan liang. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan tidak menanam bibit yang terlalu muda karena disukai gangsir. Adapun pengendalian terhadap gangsir dapat dilakukan dengan menyiram larutan insektisida pada liang gangsir kemudian ditutup dengan tanah.
3.    Tikus
Tikus menyerang berbagai jenis tumbuhan. Bagian tumbuhan yang diserang tidak hanya biji-bjian tetapi juga batang muda. Untuk mengatasi serangan hama tikus dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami tikus yaitu ular, menanam secara serentak, dan menggun akan Rodentisida (pestisida pembasmitikus).
4.    Lalat buah
Lalat buah biasanya menyerang tanaman pada waktu musim hujan. Lalat betina menusuk buah-buahan dengan alat peletak telur untuk memasukkan telurnya ke dalam daging buah. Telur akan menetas dan menjadi belatung yang memakan buah tersebut sehingga buah akan busuk dan rusak. Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  1. Sanitasi lingkungan dengan membersihkan semua buah yang rontok.
  2. Pemasangan perangkap berupa sex pheromon.
  3. Penyemprotan insektisida secara berselang-seling. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari ketika masih ada embun.
5.    Walang sangit
Walang sangit merupakan serangga hama tanaman padi. Setiap kali bertelur, serangga betina dapat menghasilkan 100–200 butir telur. Telur-telur tersebut diletakkan pada daun bendera tanaman padi. Telur yang telah menetas akan menjadi nimfa yang berwarna hijau dan berangsur-angsur menjadi coklat. Nimfa dan imago menyerang buah padi yang sedang matang susu dengan cara menghisap cairan buah sehingga menyebabkan buah menjadi hampa. Pengendalian terhadap wereng coklat dapat dilakukan dengan cara menanam secara serentak, sanitasi tanaman yang terserang atau dengan penyemprotan insektisida dengan dosis yang sesuai.
6.    Tungau
Tungau (kutu kecil) biasanya terdapat di sebelah bawah daun un tuk mengisap daun tersebut sehingga daun akan timbul bercak-bercak kecil kemudian daun itu di atasi dengan cara mengumpulkan daun-daun yang terserang kemudian dibakar. Hama ini banyak terdapat di musim kemarau.
    Penyakit Pada Organ Tumbuhan
Selain hama dan gulma, ada lagi yang dapat menurunkan kualitas tanaman, yaitu penyakit tanaman. Penyakit tanaman dapat menyebabkan terganggunya daya tahan tubuh tanaman terhadap pengaruh luar. Secara umum, penyakit tanaman disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur.
Berbagai contoh penyakit tanaman antara lain sebagai berikut.
1.    CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)
CVPD adalah penyakit yang merusak pembuluh tapis batang tanaman jeruk. Penyakit CVPD disebabkan oleh virus.
2.    TMV (Tobacco Mozaic Virus)
TMV adalah virus mosaik yang menyerang tanaman tembakau. Daun tanaman tembakau yang terserang virus mosaik menjadi berwarna belang hijau muda sampai hijau tua. Ukuran daun menjadi relatif lebih kecil dibandingkan   dengan ukuran daun normal. Apabila tanaman muda terserang virus ini, pertumbuhan tanaman terhambat dan akhirnya kerdil.
3.    Penyakit bulai
Penyakit ini biasanya menyerang tanaman jagung. Penyebabnya adalah jamur dengan penyebaran menggunakan spora yang diterbangkan oleh angin.
4.    Penyakit virus belang
Penyakit ini biasanya menyerang tanaman kedelai. Penyebabnya adalah virus dengan penyebaran melalui perantaraan angin.
5.    Penyakit rebah kecambah
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Pythium debaryanum menyebabkan pembusukan kecambah. Pembusukan pada akar menyebabkan rebah ke tanah.
6.    Penyakit embun tepung
Penyebab jamur Perorospora parastica.Menyerang biji yang baru tumbuh dan belum memiliki daun pertama. Jika tidak mengkibatkan kematian maka tanaman tumbuh kerdil dan produktivitas rendah.
7.    Penyakit ruas batang dan bulir padi
Disebnabkan oleh jamur Pyricularia oryzae. Mikroorganisme ini menyerang ruas-ruas batang padi dan bulir padi.
Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Organ Tumbuhan
Seperti yang terjadi di Indonesia yaitu pada tahun 1998, di daerah Lampung, para petanidikejutkan oleh meledaknya populasi belalang kembara yang menyerang tanaman padi,sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut terpaksa para petani membakar tanaman paditersebut agar hama tersebut musnah. Atas kejadian tersebut mengakibatkan kerugian yangsangat besar bagi para petani dan dunia pertanian pada umumnya.Kejadian seperti tersebut di atas bisa saja terjadi di daerah-daerah lain di negara kitadengan masalah yang sama maupun yang berbeda penyebabnya. Untuk itu hama dan penyakitharus segera dikendalikan.
1. Pengendalian secara Biologis
Pengendalian secara biologis berarti cara mengendalikan hama dan penyakit dengan menggunakan jenis hewan tertentu yang merupakan musuh dari hama dan penyakit tersebut, misalnya:
  1. Memberantas hama tikus dengan menggunakan hewan ular sawah.
  2. Memberantas ulat yang menyerang daun pisang dengan burung gagak.
  3. Memberantas ulat yang menyerang tanaman kol, dengan burung gereja, burung pipit, atau jenis lebah.
Pengendalian secara biologis hasilnya kurang maksimal karena keterbatasan hewan predatoryang ada dan sulitnya untuk menyediakan hewan-hewan predator tersebut.
2.    Pengendalian secara Mekanis
Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan melakukan tindakan secara aktif dalam memberantas hama, misalnya dengan mengambil ulat yang melekat pada daun dengan tangan, sabit, corok, atau dengan alat bantu lainnya, membuang daun yang sakit pada tanaman, cara seperti ini merupakan cara tradisional oleh petani. Hasilnya tidak maksimal, di samping membutuhkan waktu yang lama, tenaga, dan tidak mungkin dilakukan pada areal yang luas jadi kurang praktis.
3. Pengendalian secara Kimia
Pengendalian secara kimia yaitu dengan bahan-bahan kimia atau obat-obatan seperti pestisida antara lain, herbisida, insektisida, dan fungisida. Insektisida untuk memberantas serangga (insekta). Herbisida untuk memberantas tumbuhan pengganggu.Fungisida untuk memberantas jamur. Pemberantasan secara kimia, lebih praktis dan lebih bermanfaat, tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga yang banyak mungkin bisa dilakukan oleh beberapa orang saja. Pemakaian bahan kimia harus dengan dosis yang tepat. Bila pemakaiannya melebihi dosis, maka sisa-sisa zat kimia yang ada dapat merupakan polutan dan mencemari, baik tanah, air dan lingkungannya. Sehingga racun-racun tersebut mengganggu kesehatan manusia.
4. Pengendalian Dengan Tehnik Atau Pola Tertentu
Seperti pola tanaman yang disebut rotasi tanaman yang artinya menanam tanaman secara bergantian dengan tanaman lain di suatu tempat tertentu. Misalnya sawah setelah ditanam padi, masa berikutnya ditanam palawija,cara ini disebut rotasi tanaman. Dengan cara ini daur hidup hama penyakit akan terputus, selain itu caratersebut sangat membantu di dalam mengembalikan kesuburan tanah.

LATIHAN :

1.   Yang dimaksud hama adalah………
2.   Penyakit rebah kecambah disebabkan oleh...……….
3.   Pyricularia oryzae menyebabkan penyakit………
4.   Penyakit pada tanaman dapat disebabkan oleh……..

RANGKUMAN :

Tumbuhan dapat diserang oleh hama dan penyakit yang dapat merusak bagian tumbuhan, bahkan dapat juga mematikan tumbuhan.


TES FORMATIF :

1.            CPVD merupakan penyakit yang menyerang Pada tanaman
a.   kelapa          c.  tembakau
b.   padi            d.  jeruk

2.    Pengendalian dengan cara kimia antara lain dengan, kecuali….
a. herbisida
b. insektisida
c. fungisida
d. dengan biologis
3.  TMV menyerang tanaman
a.  jeruk                         c.  tembakau            
b.  kapas                       d.   padi

4.  Pythium debaryanum penyebab penyakit...
a.  rebah kecambah   c.  embun tepung    
b.  cvpd                        d.   ruas batang padi
5.  Memberantas hama tikus dengan menggunakan hewan ular sawah merupakan pengendalian dengan cara
a.  biologi
b.  kimia
c.  fisika
d.  lingkungan


Jawablah dengan benar pertanyaan berikut !

1.  Tuliskan macam-macam cara pengendalian hama dan penyakit pada tumbuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar