Senin pagi, 23 oktober 2017
assalamualaikum,
alhamdulillah wa syukurillah... senang sekali pagi ini, kenapa... ada sesuatu yg lain di saku dompetku.. apa itu.. ada sesuatu yg baru.... horeee my new handphone... yippie
yes my xiaomi redmi note 4
kerennn bangett ya hasil fotonya bisa ngeblur ngeblur gitu belakangnga, dengan ram 4 gb dan internal 64 gb dan harga yg tdk terlalu mahal 2,6 rasanya puass, ga perlulah buat saya hp hp yg brandednya udah mahal, yg penting berguna untuk bekerja, menulis, komunikasi dll
semoga awet y
pena mungilku
Translate
Minggu, 22 Oktober 2017
Selasa, 26 September 2017
HAMBATAN DALAM KEGIATAN TULIS MENULIS DAN SOLUSINYA
Kemarin
adalah pertemuan ke 3 pelatihan menulis online kami lewat WA bersama bapak
Wijaya Kusuma atau Om Jay sebagai coach menulis kami, dimana pada pertemuan ke
3 ini, kami diminta membuat resume diskusi kami.
Pada
pertemuan ke 3 ini Om jay membahas tentang berbagai hambatan dalam kegiatan
tulis menulis dan solusinya, menurut Om jay, yang beliau ambil dari bukunya Deni Damayanti, hal 63-94, bahwa penghambat
dalam kegiatan tulis menulis yang pertama adalah Malas, kedua tidak tahu
manfaat menulis, ketiga tidak ada
semangat belajar, keempat merasa
tidak punya waktu, kelima buta
bahasa tulis dan keenam merasa tidak
punya ide. Kita akan bahas satu demi
satu bagaimana solusi dari beberapa
penghambat tersebut.
Malas,
merupakan salah satu sifat manusia yang harus dijauhi, jika ingin menjadi
penulis sukses maka wajib hukumnya untuk melawan rasa malas ini, bagaimana solusinya
untuk mengatasi rasa malas ini, yaitu dengan melawan kemalasan itu sendiri
dengan cara menakhlukkan diri sendiri. Menakhlukkan ribuan orang belum tentu disebut
sebagai pemenang, pemenang sejati adalah saat kita bisa menakhlukkan diri
sendiri. Impikan dan wujudkan impianmu
dengan tindakan nyata dan bukan kata kata. Dan saya pernah membaca salah satu
cara mengatasi rasa malas untuk menulis yang paling ampuh adalah dengan
mengingat betapa menyesalnya suatu saat nanti jika semua pengetahuan yang kita
miliki hanya akan dipendam sendiri untuk dibawa mati. Menurut Deni damayanti (2016), ada 10 cara
untuk melawan kemalasan, yaitu (1) Jadikan menulis sebagai prioritas, maksudnya
kita harus menulis setiap hari dan lihatlah apa yang akan terjadi (2) manfaatkan
waktu kosong, jangan sia sia kan waktu begitu saja, karena satu satunya hal
yang tidak akan dapat kita ulang kembali adalah waktu, oleh sebab itu gunakan
waktu seefektif mungkin (3)pikirkan konsekwensi dari kemalasan, pikirkan bahwa
kita akan menyesal dikemudian hari jika kemalasan masih menemani kita (4) jika
bermanfaat segera kerjakan dan jangan ditunda tunda, jangan pernah menunda
suatu kebaikan (5) Mulai dari sekarang,
jangan menunggu esok hari untuk menulis, lakukan sekarang juga (6) Sesulit apapun
harus dikerjakan, jangan pernah menyerah sebelum berusaha (7)Perhatikan apa
yang diraih orang, jadikan kesuksesan orang sebagi pemacu kita untuk lebih
bersemangat (8)beri diri sendiri hadiah,
pada saat kita dapat meraih sesuatu yang
kita harapkan, maka berilah hadiah atau penghargaan kepada diri sendiri (9) berolahraga, jangan lupa berolah raga
teratur setiap hari, karena dengan berolah raga maka otak kita akan mendapat
asupan oksigen lebih banyak sehingga membuat tubuh kita selalu bugar dan ide
ide segar dalam menulis akan segera mengalir dengan lancar.(10) istirahat yang
cukup, tubuh kita tersusun atas sel sel hidup yang memerlukan istirahat,
berilah sel sel tubuh kita haknya yaitu beristirahat, dengan beristirahat yang
cukup maka esok hari kita akan bangun dan memuliai hari dengan penuh energi dan
semangat.
Tidak tahu manfaat dari menulis. Menurut Om jay manfaat dari menulis adalah
(1) kepuasan batin, kepuasan batin ini tidak bisa dibeli oleh apapun, saat
seorang penulis bisa menyelesaikan tulisannya dan bisa menuangkan semua ide
yang ada di pikirannya, maka dia kan mendapatkan kepuasan batin yang luar biasa
(2) dapat penghasilan tambahan, dengan menulis seseorang dapat menghasilkan
tambahan penghasilan yang tidak terduga duga (3) popularitas, dengan menulis
maka orang akan mengenal siapa kita, dengan menulis dunia akan mengenal kita, akan
mengenal ide ide dan pikiran kita (4) lebih memahami pengetahuan, menulis
adalah proses belajar, menelaah dan hasilnya berupa pemahaman yang kita
tuliskan kembali (5) membangun kecerdasan bangsa, dengan menulis kita ikut
andil dalam membangun kecerdasan bangsa dengan ide, pemikiran yang kita
tuliskan.
Tidak ada semangat belajar.
Bila tidak ada semangat belajar menulis maka yang harus dilakukan adalah (1) menciptakan
masa depan (2) ciptakan sensasi (3) mulailah dengan rasa senang (4) kembangkan
tujuan (5) ingat kematian (6) tinggalkan teman yang tidak perlu (7) hampiri
bayangan kecemasan (8) berlatih dengan keras
Merasa tidak punya waktu.
Bila anda tidak punya waktu maka berikut ini cara cara mudah mengatur waktu (1)
buang jam karet, jangan pernah menyia
nyiakan waktu begitu saja (2) gunakan waktu seefektif mungkin (3) manfaatkan
waktu produktif, siapa yang pandai mengelola waktu maka dia akan sukses.
Buta bahasa tulis.
Bila anda buta bahasa tulis menulis maka teruslah berlatih menulis. Gunakan tanda baca dan pelajari cara orang
lain menulis. Lama lama anda akan
merasakan bahwa menulis itu mudah. Anda
akan merasakan terangnya kehidupan karena anda mampu menulis.
Merasa tidak punya ide.
Bila anda tak punya ide menulis maka baca buku om jay yang berjudul menulislah
setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Sebetulnya ide ide banyak terdapat
disekitar kita, disekeliling kita, hanya saja kita belum terbiasa untuk
mengenali dan menjumputi ide ide itu untuk kemudian merangkainya menjadi
kalimat yang indah.
Sabtu, 23 September 2017
Hijrah dan Prasangka baikku Kepada Allah
Assalamualaikum, Wr. Wb
Hari ini, Sabtu 23 September 2017, adalah dead line
tugas 2 yang diberikan oleh Bapak Wijaya Kusuma selaku coach kami pada
pelatihan menulis online melalui WA.
Sejujurnya belum ada ide dan tema yang terlintas untuk saya tuliskan
pada tugas kali ini, entah memang dasarnya saya belum terbiasa menulis atau
memang ide untuk menulis kali ini buntu total, mungkin karena waktunya
bersamaan dengan deadline workshop literasi, dimana untuk mendapatkan
kesempatan mengikuti workshop ini kami diwajibkan mengirim naskah buku dengan
minimum 60 halaman, itupun masih harus diseleksi...alamakk...mmm 60 halaman
dalam waktu 5 hari...buat saya itu berattt jenderalll...seloroh beberapa teman
grup di wa, termasuk saya yg pemula ini juga merasakan hal yang sama. Jadi pada intinya saya harus tetap
menyelesaikan tugas dari Om Jay (panggilan kami untuk Bpk Wijaya). Sampai jam 13.00 sudah ada 10
tulisan lebih yang terkirim ke email om Jay, dan itu membuat saya
gemetarrr terlebih membaca karya teman teman yang diupload Om Jay di grup WA
kami, Subhanallah tidak bisa dikatanya “biasa” tulisan teman teman ini, dari
yang menulis dari hati yang paling dalam sehingga “pesan” nyapun sampai ke
dalam lubuk hati, hingga yang bahasanya “tingkat tinggi” yang membacanya pun
perlu konsentrasi ...O my God, semakin sadarlah diri ini bahwa ilmu menulis
yang dipunyai belum seujung kuku dibanding teman teman yang lain, menulis
adalah keterampilan yang tidak bisa “sim salabim”, orang yang terbiasa menulis
akan terlihat dari caranya menorehkan dan merangkai kata kata di atas kertas,
betapa alurnya teratur sesuai dengan alur berpikirnya, dan itu didapat dengan
berlatih lama, tekun, komitmen dan tidak mengenal lelah.
Jadi, disinilah saya, sampai pada waktunya untuk
saya membuat tulisan yang akan saya kirim untuk Om Jay. Seperti Om jay bilang, paling mudah menulis
adalah menulis dari keseharian atau dari pengalaman yang pernah kita jalani,
pernah kita lewati. Sayapun berpikir
inilah yang akan saya bagi kepada Om Jay sebagai latihan menulis saya di
pertemuan kedua ini.
15 tahun yang lalu saya berdua suami hijrah ke kota
metropolitan ini, mengadu nasib dengan berbekal ijazah yang kami punyai,
alhamdulillah suami mendapatkan pekerjaan di perusahaan farmasi sesuai dengan
bidangnya, sedang saya mendapat pekerjaan sebagai staff PPIC (Planning
Production and Inventory Control) disebuah perusahaan acrilic di kota ini,
dimana pekerjaan ini sangat tidak sesuai dengan ijazah yang saya punyai sebagai
seorang sarjana biologi, sering saya mengeluh bahwa saya harus belajar cepat
untuk pekerjaan ini karena seharusnya pekerjaan ini adalah “lahan” untuk orang
orang lulusan teknik Industri, belum lagi bos saya yang orang korea yang selalu
marah tiap hari dengan kami para staffnya yang membuat saya semakin tidak
nyaman bekerja di kantor ini. Tetapi suami selalu menguatkan, beliau selalu
bilang “ ini hanya sementara ya bunda” sampai nanti bunda mendapat pekerjaan
yang sesuai dengan minat bunda.
Terkadang ada rasa “sedih” di dalam hati, mau keluar dari pekerjaan
sepertinya tidak mungkin melihat “perekonomian”
kami yang masih “merangkak”, (saat itu kami masih mengontrak di sebuah
rumah sederhana), tapi untuk bertahan juga betapa beratnya. Dua tahunpun berlalu saya menguatkan diri
untuk bekerja di tempat tersebut sampai saya melahirkan si sulung. Setelah melalui masa cuti tiga bulan tiba
saatnya saya harus masuk bekerja kembali, rasanya berat ya Allah meninggalkan
bayi mungil saya di rumah seharian (saya dijemput jam 6 pagi, sampai rumah jam
7 malam) dengan seorang pengasuh rumah tangga.
Semakin sedih tiap hari saat pagi hari mobil jemputan dari perusahaan
sampai di kontrakkan kami (karena saya staff maka saya dapat fasilitas mobil
jemputan dari kantor untuk pulang pergi bekerja), dan bayi saya sedang asik
asiknya menyusui, saya pun harus melepaskan susuannya dengan paksa, karena
klakson mobil jemputan yang sudah tidak sabar untuk menunggu. Dengan diiringi
tangisan bayi kecil saya, saya pun berangkat kekantor dengan tangisan saya yang
juga berderai, sampai 2 minggu seperti itu hingga akhirnya saya sadar saya
harus “memilih”, ya memilih. Walaupun
terbayang bahwa nanti akan berkurang penghasilan padahal baru punya bayi yang
pasti membutuhkan banyak biaya. Bismillahirrohmanirrohim, dengan menyebut nama
Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan ini.
Saat saya menyampaikan niat saya untuk resign dari
pekerjaan, alhamdulillah suamipun menyetujuinya, beliau mengatakan “ndak apa
apa bunda, nanti ayah akan bekerja lebih giat, InshaAllah kalau sudah rezeki
kita, tidak akan kemana”. Alhamdulillah
saya sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat pengertian. Satu bulan saya
menjadi full day mother, pada awal juli ada panggilan interview dari salah satu
sekolah SMA swasta di kota kami, alhamdulillah singkat cerita saya diterima
mengajar menjadi guru biologi honorer di
SMA tersebut, dengan penghasilan 1/7 dari penghasilan saya di tempat
kerja yang dulu, tetapi dengan jadwal mengajar seminggu hanya 3 hari sehingga
saya bisa lebih leluasa mengasuh anak saya.
Tapi anehnya walaupun penghasilan kami menurun drastis, saya tidak
merasa kurang, saya merasa sangat bahagia, tiap berangkat mengajar saya
bersemangat, mungkin ini yang dikatakan Allah sebagai “berkah”. Hal ini sangat saya syukuri, menurut saya ini
adalah anugerah luar biasa dari Allah untuk saya. Awal mengajar menjadi ujian
tersendiri buat saya, karena saya mengajar kelas 12 SMA, sedangkan saya sudah
lama tidak membuka lagi buku buku “pelajaran”, alhasil setiap hari sebelum
mengajar saya selalu “belajar” dulu di rumah, buat saya hal itu jauh lebih
mudah dibanding dengan dahulu saya harus melepaskan susuan anak saya dengan paksa.
6 Bulan
menjadi guru honor di SMA tersebut, ada pendaftaran CPNS di kota kami, saya
minta izin ke suami untuk mencoba peruntungan, suamipun mengizinkan, disaat itu
banyak teman yang bilang, “percuma ikut, ada yg sudah puluhan kali ikut juga
tidak lolos, kalau tidak punya koneksi atau uang jutaan mah ga akan lolos”. Saya hanya diam, saya pikir biarlah saya
mencoba, sembari selalu berdoa kepada yang kuasa, saya serahkan perjalanan
hidup saya dan keluarga saya padaNya, saya hanya berprasangka baik padaNya. Dan
mungkin memang rezeki anak saya kalau orang jawa bilang, alhamdulillah saya
lolos tes tersebut, dan alhamdulillah lolos dengan jalan yang juga lurus, dari
2 orang guru Biologi SMA yang dibutuhkan saat itu, saya salah satunya, saat
banyak orang bilang mustahil jadi PNS kalo tidak bayar berjuta juta, tetapi
nyatanya seperti itu yang saya alami, apalah kami, kami hanya orang perantauan
yang tidak punya saudara satupun di kota ini, apalagi uang puluhan juta. Allah
memang tidak tidur, dan Allah memang selalu sesuai dengan prasangka hambanya.
Pengalaman memang guru yang paling baik, pengalaman
memang selalu indah untuk dikenang, mohon maaf
Om Jay saya jadi ngelantur, sebetulnya masih panjang cerita saya, lain
kali dilanjutkan ya Om jay, mengingat saya masih harus menyelesaikan naskah
buku literasi saya...hehehe. Semoga
sekelumit perjalanan hidup saya dapat diambil ibrahnya, saat kita berusaha
untuk “hijrah” ke arah yang lebih baik, hijrah dengan alasan yang lebih baik,
tidak usah ragu, Allah akan selalu bersama kita.
Jangan takut tidak punya rizki, tapi takutlah tak
punya berkah karena tak jujur dan tak sungguh sungguh di jalan Allah
menjemputnya, takutlah tak punya syukur saat sudah mendapatkannya, dan takutlah
tak punya sabar ketika sedang ditahan atau disempitkan rezekinya. Dan satu hal
lagi selalu berprasangka baik lah kepada Allah, karena Allah sesuai dengan
prasangka hamba hambaNya.
Wassalamualaikum,
Wr.Wb
Kamis, 21 September 2017
Dia yang menyimpan rasa sombong, ujub, atau takabbur merasa dirinya memiliki kelebihan, keistimewaan, keunggulan dan kemuliaan dari orang lain, adalah sedang menghadapi masalah yg sangat serius. kita harus waspada, sebab kesombongan inilah yg menyebabkan setan terusir dari surga, kemudian dikutuk oleh Allah selamanya. Hadirnya rasa takabbur sangat halus sekali, karena itulah banyak orang merasa telah tawadhu (rendah hati) padahal tanpa disadarinya di mata orang lain dia sedang menunjukkan sikap takabburnya.
ku sebut saja namanya senja
dia yang selalu menemaniku untuk mengagumimu
meskipun dia bisu
aku tak peduli
tetap saja aku akan bercerita tentangmu padanya
sampai dia hanya membalas dengan gerimis
di matanya
dan menyuruhku pulang
dan memberitahuku selalu
bahwa aku sedang melakukan sesuatu
yang membuatnya membenciku
dia yang selalu menemaniku untuk mengagumimu
meskipun dia bisu
aku tak peduli
tetap saja aku akan bercerita tentangmu padanya
sampai dia hanya membalas dengan gerimis
di matanya
dan menyuruhku pulang
dan memberitahuku selalu
bahwa aku sedang melakukan sesuatu
yang membuatnya membenciku
21 September 2017
21.11
Dengarkan aku...
Berjuanglah dalam hening
sembunyikan alasan alasanmu
dalam doa yg paling rahasia
tak usah kau pedulikan
mereka yang berisik
nanti pada salah satu titik keberhasilanmu
kau akan mengerti, apa artinya semua ini
sabar..sabar..sabar..
dan tahukah kau
nama lain kekuatan adalah kesabaran
21.11
Dengarkan aku...
Berjuanglah dalam hening
sembunyikan alasan alasanmu
dalam doa yg paling rahasia
tak usah kau pedulikan
mereka yang berisik
nanti pada salah satu titik keberhasilanmu
kau akan mengerti, apa artinya semua ini
sabar..sabar..sabar..
dan tahukah kau
nama lain kekuatan adalah kesabaran
Selasa, 17 Januari 2017
Lagu baper
Assalamualaikum, nulis lagi yuu
Saya perhatikan akhir akhir ini mas fadhil anak lelakiku lagi suka lagu lagu barat....sepertinya memang masa masa remaja lagi seneng senengnya explore lagu. Jd inget dulu waktu smp sma sampai dibela belain uang saku ditabung buat beli buku kumpulan lagu lagu....hedehh...mauann yaakk....jaman itu keren bangeeet kalo punya buku begitu banyak dipinjem sama teman teman en difotocopy...hihihi...
Tapi sepertinya mas fadhil genre bermusiknya beda banget dg bunda...kalo mas suka yg rancak rancak gitu dehh..kalo bunda kan dr dulu suka yg melow melow baper gimana gitu...kata mas...ihh koleksi lagu bunda di hp en leppi bikin ngantuk en baper semua...wkwkwk....ini salah satu koleksi lagu baper bunda...
Hehehe....iya...betul iya...lagunya adele yang all I ask....bikin baperrr
Saya perhatikan akhir akhir ini mas fadhil anak lelakiku lagi suka lagu lagu barat....sepertinya memang masa masa remaja lagi seneng senengnya explore lagu. Jd inget dulu waktu smp sma sampai dibela belain uang saku ditabung buat beli buku kumpulan lagu lagu....hedehh...mauann yaakk....jaman itu keren bangeeet kalo punya buku begitu banyak dipinjem sama teman teman en difotocopy...hihihi...
Tapi sepertinya mas fadhil genre bermusiknya beda banget dg bunda...kalo mas suka yg rancak rancak gitu dehh..kalo bunda kan dr dulu suka yg melow melow baper gimana gitu...kata mas...ihh koleksi lagu bunda di hp en leppi bikin ngantuk en baper semua...wkwkwk....ini salah satu koleksi lagu baper bunda...
Langganan:
Postingan (Atom)

