Translate

Rabu, 14 Januari 2015

TUGAS 1. MEDIA PEMBELAJARAN DAN KARAKTERISTIKNYA



MEDIA PEMBELAJARAN DAN KARAKTERISTIKNYA

I. PENDAHULUAN

Media,  merupakan  sebuah  kata  yang  berasal  dari  bahasa  Latin  medius  yang  berarti pengantar  atau  perantara.  Gerlach  &  Ely  (dalam  Azhar  Arsyad) Mengatakan  bahwa media  apabila  dipahami  secara  garis  besar  adalah  manusia,  materi,  kejadian,  yang membangun  kondisi  yang  membuat  siswa  mampu  memperoleh  pengetahuan, keterampilan,  atau  sikap.  Dalam  hal  ini,  guru,  buku  teks,  dan  lingkungan  sekolah merupakan  media.  Senada  dengan  di  atas,  AECT  (Association  of  Education  and Communication  Technology,  dalam  Azhar  Arsyad)  memberi  batasan  tentang  media sebagai  segala  bentuk  dan  saluran  yang  digunakan  untuk menyampaikan  pesan  atau informasi. Jelaslah bahwa media merupakan sebuah perantara atau pengantar seperti arti harfiah bahasa latin tadi.
Pembelajaran,  adalah  suatu  proses  dimana  lingkungan  seseorang  secara  disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku  tertentu dalam kondisi kondisi_khusus. Mengapa  kita  membutuhkan  media  dalam  kegiatan pembelajaran?  Pada  hakikatnya  proses  belajar  mengajar  adalah  proses  komunikasi, penyampaian  pesan  dari  pengantar  ke  penerima.  Pesan  berupa  isi  atau  ajaran  yang dituangkan  ke  dalam  simbol  –  simbol  komunikasi  baik  secara  verbal  (kata  –  kata) maupun  nonverbal.  Proses  tersebut  dinamakan  encoding.  Penafsiran  simbol  –  simbol komunikasi  tersebut  oleh  peserta  didik  dinamakan  decoding.
Dalam  penafsiran  tersebut,  adakalanya  peserta  didik  mengalami  kegagalan.  Karena, kegiatan  belajar  mengajar  identik  dengan  abstraksi.  Dan  untuk  menekan  kegagalan tersebut, ada baiknya tenaga pendidik menggunakan media pembelajaran.
Lebih lanjut dalam  makalah  ini akan dijelaskan mengenai pengertian dan juga karakteristik dari media pembelajaran.

II. RUMUSAN MASALAH

A.       Pengertian dari media pembelajaran.
B.       Karakteristik media pembelajaran.

III. PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

B.     Karakteristik Media Pembelajaran
Pengklasifikasian sebagaimana yang telah dibahas pada uraian terdahulu menjelaskan karakteristik atau ciri-ciri spesifik masing-masing media berbeda satu dengan lainnya sesuai dengan tujuan dan maksud pengelompokan. Kita dapat mengetahui karakteristik media menurut tinjauan ekonomisnya, lingkup sasaran yang diliput, kemudahan kontrolnya oleh si pemakai dan sebagainya. Juga dapat dilihat dari kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, percakapan, maupun penciuman, atau kesesuaiannya dengan tingkat hirarki belajar. Seperti dikemukakan oleh Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Sebagaimana yang juga dikatakan oleh Arief S. Sadiman (1986) bahwa klasifikasi media, karakteristik media, dan pemilihan media merupakan  kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang karakteristik media pembelajaran.
1.    Media berbasis manusia
Diantara beberapa media media berbasis manusia merupakan media tertua untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi. Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan kita adalah mengubah sikap atau ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran siswa. Media manusia dapat mengarahkan dan mempengaruhi proses belajar melalui eksplorasi terbimbing dengan menganalisis dari waktu ke waktu apa yang terjadi pada lingkungan belajar. Seringkali dalam suasana pembelajaran, siswa pernah mengalami pengalaman belajar yang jelek dan memandang belajar sebagai sesuatu yang negatif. Instruktur manusia “sebagai media” secara intuitif dapat merasakan kebutuhan siswanya dan memberinya pengalamn belajar yang akan membantu mencapai tujuan pembelajaran.
Media berbasis manusia mengajukan dua teknik yang efektif, yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya ala Socrates. Rancangan pembelajaran yang berpusat pada masalah dibangun berdasarkan masalah yang harus dipecahkan oleh pelajar. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Merumuskan masalah yang relevan.
b.   Mengidentifikasi pengetahuan dan ketrampilan yang terkait untuk memecahkan masalah.
c.    Ajarkan mengapa pengetahuan itu penting dan bagaimana pengetahuan itu dapat diterapkan untuk pemecahan masalah.
d.   Tuntun explorasi siswa.
e.    Kembangkan masalah dalam konteks yang beragam dengan tahapan tingkat kesulitan.
f.    Nilai pngetahuan ssiwa dengan memberikan masalah baru untuk dipecahkan.
Sedangkan bertanya ala Socrates:
a.    Mengidentifikasi pertanyaan yang meminta siswa berbagi, menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis pekerjaan atau tugas mereka.
b.   Pelajaran mungkin bisa dimulai dengan diskusi dalam kelompok besar sebagai pembahasan explorasi. Siswa slsnjutnya dapat dikelompokan dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendalami isu dan gagasan-gagasan yang muncul dalam pembahasan kelompok besar.
c.    Menentukan apakah siswa harus belajar atau bekerja bersama-sama dalam kelompok, perorangan, seorang demi seorang, atau secara bebas.
Salah satu faktor penting dalam pembelajaran dengan media berbasis manusia ialah rancangan pelajaran yang interaktif.
1. Media berbasis Cetakan
Media berbasis cetakan paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran kertas. Dalam media berbasis cetakan terdapat enam hal yang harus diperhatikan saat merancang, yaitu: konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong.
Pembelajaran berbasis teks yang interaktif mulai populer pada tahun 1960-an dengan istilah pembelajaran tertprogram yang merupakan materi untuk belajar mandiri. Dengan format ini, pada setiap unit kecil informasi disajikan dan respon siswa diminta baik dengan cara menjawab pertanyaan atau berpartisipasi dalam kegiatan latihan.
Materi media berbasis cetak merupakan dasar pengembangan dan penggunaan kebanyakan materi pembelajaran lainnya. Yang mempunyai ciri sebagai berikut:
a.    Teks dibaca secara linear.
b.   Teks menampilkan komunikasi satu arah dan reseptif.
c.    Teks ditampilkan statis.
d.   Pengembangan sangat tergantung pada prinsip-prinsip kebahasaan dan persepsi visual.
e.    Teks juga berorientasi pada siswa.
f.    Informasi dapat diatur dan ditata ulang oleh pemakai.
Media berbasis cetak memiliki kelebihan yaitu:
a.       Dapat menyajikan pesan atau informsi dalam jumlah yang banyak.
b.      Pesan atau informasi dapat dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan masing-masing.
c.       Dapat dipelajari kapan dan dimana saja, karena mudah dibawa
d.      Bahkan lebih menarik apabila di lengkapi dengan gambar dan warna.
e.       Perbaikan atau revisi mudah dilakukan.
Sedangkan kelemahan media berbasis cetak :
a.    Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
b.    Bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya.
c.    Apabila jilid dan kertasnya jelek, bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.
2.         Media berbasis Visual
Seperti halnya media berbasis cetak, media visual tak jauh beda dengan media berbasis cetak. Yakni juga merupakan dasar pengembangan dan penggunaan kebanyakan materi pembelajaran lainnya yang memiliki karakteristik:
a.    Visual diamati berdasarkan ruang.
b.   Visual juga menampilkan komunikasi satu arah dan reseptic.
c.    Visual juga ditampilkan statis.
d.   Persepsi visual digunakan sebagai acuan dalam prinsip-prinsip kebahasaan media berbasis teks.
e.    Media visual juga berorientasi pada siswa.
f.    Informasi dapat ditata ulang dan diatur oleh pemakai.
Media berbasis visual (image/perumpamaan) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingtan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektiv, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual itu untuk menyakinkan adanya proses informasi.
Kelebihan media berbasis visual:
a.    Lebih menarik karena ada gambar, sehingga memberikan pengalaman nyata untuk siswa.
b.   Lebih mudah mengingat dengan visual peta konsep, maid mapping dan singkatan.
c.    Media visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan siswa.
d.   Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata.
Kekurangan media berbasis visual:
a.       Akan terjadi kesulitan jika siswa mengalami masalah pada indra penglihatannya.
b.      Siswa tidak akan memahami gambar jika gambar tidak jelas atau tidak sama dengan bentuk nyatanya.
c.       Tidak dapat melayani siswa dengan gaya belajar auditif dan kinestetik.
d.      Membutuhkan waktu yang lama untuk membuat gambar dan ketrampilan khusus menyajikan gambar sesuai wujud aslinya.
3.      Media berbasis audio visual
Teknologi audio visual merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik, untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Karakteristik media berbasis audio visual ialah:
a.    Bersifat linier
b.   Menyajikan visualisasi yang dinamis
c.    Digunakan dengan cara yang sudah ditetapkan sebalumnya oleh perancang atau pembuatnya
d.   Merupakan representasi fisik dari gagasan riil atau gagasan abstrak
e.    Dikembangkan menurut prinsi psikologi behaveiorisme dan kognitif.
f.    Umumnya berorientasi kepada guru, dengan tingkat keterlibatan siswa yang interaktivnya rendah.
Pengajaran melalui audio visual, memiliki karakteristik pemakaian perangkat keras selama proses belajar, seperti penggunaan proyektor, tape recorder, proyektor visual yang lebar. Jadi pengajaran melalui audio visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penerapanya melalui pandangan dan pendengaran serta tidak seluruhnya bergantung pada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa.
Kelebihan media berbasis audio visual:
a.    Lebih efektif dalam menerima pembelajaran karena dapat melayani gaya bahasa siswa auditif maupun visual.
b.   Dapat memberikan pengalaman nyata lebih dari yang disampaikan media audio   maupun visual.
c.    Siswa akan lebih cepat mengerti karena mendengarkan disertai melihat langsung, sehingga tidak hanya membayangkan.
d.   Lebih menarik dan menyenangkan menggunakan media audio visual.
Kekurangan media berbasis audio visual:
a.    Pembuatan media audio visual memerlukan waktu yang lama, karena memadukan 2 elemen yakni audio dan visual.
b.   Membutuhkan ketrampilan dan ketelitian dalam pembuatannya.
c.    Biaya yang digunakan dalam pembuatan media audio visual cukup mahal.
d.   Jika tidak terdapat piranti pembuatannya akan sulit untuk membuatnya(terbentur alat pembuatannya).
4.      Media berbasis komputer
Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilakan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro prosesor. Media berbasis komputer memiliki karakteristik:
a.       Dapat digunakan secara acak, non sekuensial, atau secara linear.
b.      Dapat digunakan berdasarkan keinginan siswa atau berdasarkan keinginan perancang atau pengembang sebagaimana direncanakannya.
c.       Biasanya gagasan-gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan kata, symbol, grafik.
d.      Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini.
e.       Pembelajaran berorientasi pada siswa dan melibatkan interaksi siswa yang tinggi.
Simulasi pada komputer memberikan kesempatan untuk belajar secara dinamis, interaktif, dan perorangan. Keberhasilan simulasi dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu: skenario, model dasar, dan lapisan pengajaran.


Daftar Pustaka

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003),
Asnawir dan M. Basyirudin Usman, Media Pembelajaran,(Jakarta: Ciputat Pers, 2002),

Tidak ada komentar:

Posting Komentar