I. PENDAHULUAN
Media,
merupakan sebuah kata yang berasal dari
bahasa Latin medius yang berarti pengantar
atau perantara. Gerlach & Ely (dalam
Azhar Arsyad) Mengatakan bahwa media apabila dipahami
secara garis besar adalah manusia, materi,
kejadian, yang membangun kondisi yang membuat
siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan,
atau sikap. Dalam hal ini, guru, buku
teks, dan lingkungan sekolah merupakan media.
Senada dengan di atas, AECT (Association
of Education and Communication Technology, dalam
Azhar Arsyad) memberi batasan tentang media
sebagai segala bentuk dan saluran yang
digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Jelaslah
bahwa media merupakan sebuah perantara atau pengantar seperti arti harfiah
bahasa latin tadi.
Pembelajaran,
adalah suatu proses dimana lingkungan
seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut
serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi kondisi_khusus. Mengapa
kita membutuhkan media dalam kegiatan
pembelajaran? Pada hakikatnya proses belajar
mengajar adalah proses komunikasi, penyampaian
pesan dari pengantar ke penerima. Pesan
berupa isi atau ajaran yang dituangkan ke
dalam simbol – simbol komunikasi baik
secara verbal (kata – kata) maupun
nonverbal. Proses tersebut dinamakan encoding. Penafsiran
simbol – simbol komunikasi tersebut oleh
peserta didik dinamakan decoding.
Dalam penafsiran
tersebut, adakalanya peserta didik mengalami
kegagalan. Karena, kegiatan belajar mengajar
identik dengan abstraksi. Dan untuk menekan
kegagalan tersebut, ada baiknya tenaga pendidik menggunakan media pembelajaran.
Lebih lanjut dalam makalah
ini akan dijelaskan mengenai pengertian
dan juga karakteristik dari media pembelajaran.
II. RUMUSAN MASALAH
A.
Pengertian dari media pembelajaran.
B.
Karakteristik media pembelajaran.
III. PEMBAHASAN
A.
Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang
secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Association for
Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu
segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi.
Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis
besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat
siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dalam pengertian
ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih
khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan
sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan
sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan,
dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar
pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa)
untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai.
B.
Karakteristik Media Pembelajaran
Pengklasifikasian sebagaimana yang telah dibahas pada uraian
terdahulu menjelaskan karakteristik atau ciri-ciri spesifik masing-masing media
berbeda satu dengan lainnya sesuai dengan tujuan dan maksud pengelompokan. Kita
dapat mengetahui karakteristik media menurut tinjauan ekonomisnya, lingkup
sasaran yang diliput, kemudahan kontrolnya oleh si pemakai dan sebagainya. Juga
dapat dilihat dari kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan,
pendengaran, perabaan, percakapan, maupun penciuman, atau kesesuaiannya dengan
tingkat hirarki belajar. Seperti dikemukakan oleh Kemp (1975) merupakan dasar
pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Sebagaimana yang juga
dikatakan oleh Arief S. Sadiman (1986) bahwa klasifikasi media, karakteristik
media, dan pemilihan media merupakan
kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran.
Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang karakteristik media
pembelajaran.
1.
Media berbasis manusia
Diantara beberapa media media berbasis manusia merupakan
media tertua untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi.
Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan kita adalah mengubah sikap atau
ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran siswa. Media
manusia dapat mengarahkan dan mempengaruhi proses belajar melalui eksplorasi
terbimbing dengan menganalisis dari waktu ke waktu apa yang terjadi pada
lingkungan belajar. Seringkali dalam suasana pembelajaran, siswa pernah
mengalami pengalaman belajar yang jelek dan memandang belajar sebagai sesuatu
yang negatif. Instruktur manusia “sebagai media” secara intuitif dapat
merasakan kebutuhan siswanya dan memberinya pengalamn belajar yang akan
membantu mencapai tujuan pembelajaran.
Media berbasis manusia mengajukan dua teknik yang efektif,
yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya ala Socrates. Rancangan
pembelajaran yang berpusat pada masalah dibangun berdasarkan masalah yang harus
dipecahkan oleh pelajar. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.
Merumuskan masalah yang relevan.
b.
Mengidentifikasi pengetahuan dan
ketrampilan yang terkait untuk memecahkan masalah.
c.
Ajarkan mengapa pengetahuan itu
penting dan bagaimana pengetahuan itu dapat diterapkan untuk pemecahan masalah.
d.
Tuntun explorasi siswa.
e.
Kembangkan masalah dalam konteks
yang beragam dengan tahapan tingkat kesulitan.
f.
Nilai pngetahuan ssiwa dengan
memberikan masalah baru untuk dipecahkan.
Sedangkan bertanya ala Socrates:
a.
Mengidentifikasi pertanyaan yang
meminta siswa berbagi, menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis pekerjaan
atau tugas mereka.
b.
Pelajaran mungkin bisa dimulai
dengan diskusi dalam kelompok besar sebagai pembahasan explorasi. Siswa
slsnjutnya dapat dikelompokan dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendalami isu
dan gagasan-gagasan yang muncul dalam pembahasan kelompok besar.
c.
Menentukan apakah siswa harus
belajar atau bekerja bersama-sama dalam kelompok, perorangan, seorang demi
seorang, atau secara bebas.
Salah satu faktor penting dalam pembelajaran dengan media
berbasis manusia ialah rancangan pelajaran yang interaktif.
1.
Media berbasis Cetakan
Media berbasis cetakan paling umum dikenal adalah buku teks,
buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran kertas. Dalam media berbasis
cetakan terdapat enam hal yang harus diperhatikan saat merancang, yaitu:
konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi
kosong.
Pembelajaran berbasis teks yang interaktif mulai populer
pada tahun 1960-an dengan istilah pembelajaran tertprogram yang merupakan
materi untuk belajar mandiri. Dengan format ini, pada setiap unit kecil
informasi disajikan dan respon siswa diminta baik dengan cara menjawab
pertanyaan atau berpartisipasi dalam kegiatan latihan.
Materi media berbasis cetak merupakan dasar pengembangan dan
penggunaan kebanyakan materi pembelajaran lainnya. Yang mempunyai ciri sebagai
berikut:
a.
Teks dibaca secara linear.
b.
Teks menampilkan komunikasi satu
arah dan reseptif.
c.
Teks ditampilkan statis.
d.
Pengembangan sangat tergantung pada
prinsip-prinsip kebahasaan dan persepsi visual.
e.
Teks juga berorientasi pada siswa.
f.
Informasi dapat diatur dan ditata
ulang oleh pemakai.
Media berbasis cetak memiliki kelebihan yaitu:
a.
Dapat menyajikan pesan atau informsi
dalam jumlah yang banyak.
b.
Pesan atau informasi dapat
dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan
masing-masing.
c.
Dapat dipelajari kapan dan dimana
saja, karena mudah dibawa
d.
Bahkan lebih menarik apabila di
lengkapi dengan gambar dan warna.
e.
Perbaikan atau revisi mudah
dilakukan.
Sedangkan kelemahan media berbasis cetak :
a.
Proses pembuatannya membutuhkan
waktu yang cukup lama.
b.
Bahan cetak yang tebal mungkin dapat
membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya.
c.
Apabila jilid dan kertasnya jelek,
bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.
2.
Media berbasis Visual
Seperti halnya media berbasis cetak, media visual tak jauh
beda dengan media berbasis cetak. Yakni juga merupakan dasar pengembangan dan
penggunaan kebanyakan materi pembelajaran lainnya yang memiliki karakteristik:
a.
Visual diamati berdasarkan ruang.
b.
Visual juga menampilkan komunikasi
satu arah dan reseptic.
c.
Visual juga ditampilkan statis.
d.
Persepsi visual digunakan sebagai acuan
dalam prinsip-prinsip kebahasaan media berbasis teks.
e.
Media visual juga berorientasi pada
siswa.
f.
Informasi dapat ditata ulang dan
diatur oleh pemakai.
Media berbasis visual (image/perumpamaan) memegang peran
yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar
pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat
ingtan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan
antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektiv, visual
sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi
dengan visual itu untuk menyakinkan adanya proses informasi.
Kelebihan media berbasis visual:
a.
Lebih menarik
karena ada gambar, sehingga memberikan pengalaman nyata untuk siswa.
b.
Lebih mudah
mengingat dengan visual peta konsep, maid mapping dan singkatan.
c.
Media visual
dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan
organisasi) dan memperkuat ingatan siswa.
d.
Visual dapat
pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi
pelajaran dengan dunia nyata.
Kekurangan media berbasis visual:
a.
Akan terjadi
kesulitan jika siswa mengalami masalah pada indra penglihatannya.
b.
Siswa tidak akan
memahami gambar jika gambar tidak jelas atau tidak sama dengan bentuk nyatanya.
c.
Tidak dapat
melayani siswa dengan gaya belajar auditif dan kinestetik.
d.
Membutuhkan
waktu yang lama untuk membuat gambar dan ketrampilan khusus menyajikan gambar
sesuai wujud aslinya.
3.
Media berbasis audio visual
Teknologi audio visual merupakan cara menghasilkan atau
menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik,
untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Karakteristik media berbasis
audio visual ialah:
a.
Bersifat linier
b.
Menyajikan visualisasi yang dinamis
c.
Digunakan dengan cara yang sudah
ditetapkan sebalumnya oleh perancang atau pembuatnya
d.
Merupakan representasi fisik dari
gagasan riil atau gagasan abstrak
e.
Dikembangkan menurut prinsi
psikologi behaveiorisme dan kognitif.
f.
Umumnya berorientasi kepada guru,
dengan tingkat keterlibatan siswa yang interaktivnya rendah.
Pengajaran melalui audio visual, memiliki karakteristik
pemakaian perangkat keras selama proses belajar, seperti penggunaan proyektor,
tape recorder, proyektor visual yang lebar. Jadi pengajaran melalui audio
visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penerapanya melalui pandangan
dan pendengaran serta tidak seluruhnya bergantung pada pemahaman kata atau
simbol-simbol yang serupa.
Kelebihan media berbasis audio visual:
a.
Lebih efektif
dalam menerima pembelajaran karena dapat melayani gaya bahasa siswa auditif
maupun visual.
b.
Dapat
memberikan pengalaman nyata lebih dari yang disampaikan media audio maupun visual.
c.
Siswa akan
lebih cepat mengerti karena mendengarkan disertai melihat langsung, sehingga
tidak hanya membayangkan.
d.
Lebih menarik
dan menyenangkan menggunakan media audio visual.
Kekurangan media berbasis audio visual:
a.
Pembuatan media
audio visual memerlukan waktu yang lama, karena memadukan 2 elemen yakni audio
dan visual.
b.
Membutuhkan
ketrampilan dan ketelitian dalam pembuatannya.
c.
Biaya yang
digunakan dalam pembuatan media audio visual cukup mahal.
d.
Jika tidak
terdapat piranti pembuatannya akan sulit untuk membuatnya(terbentur alat
pembuatannya).
4.
Media berbasis komputer
Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilakan
atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro
prosesor. Media berbasis komputer memiliki karakteristik:
a.
Dapat digunakan secara acak, non
sekuensial, atau secara linear.
b.
Dapat digunakan berdasarkan
keinginan siswa atau berdasarkan keinginan perancang atau pengembang
sebagaimana direncanakannya.
c.
Biasanya gagasan-gagasan disajikan
dalam gaya abstrak dengan kata, symbol, grafik.
d.
Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk
mengembangkan media ini.
e.
Pembelajaran berorientasi pada siswa
dan melibatkan interaksi siswa yang tinggi.
Simulasi pada komputer memberikan kesempatan untuk belajar
secara dinamis, interaktif, dan perorangan. Keberhasilan simulasi dipengaruhi
oleh tiga faktor, yaitu: skenario, model dasar, dan lapisan pengajaran.
Daftar Pustaka
Azhar Arsyad, Media
Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003),
Asnawir dan M.
Basyirudin Usman, Media Pembelajaran,(Jakarta: Ciputat Pers, 2002),
Tidak ada komentar:
Posting Komentar