BAB 1.
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN
TUMBUHAN
(AKAR, BATANG, DAUN, BUNGA, BUAH, DAN BIJI)
I. A K A R
n Berdasarkan asalnya, akar ada 2
macam :
1.
Akar Primer : Akar pertama yang tumbuh dari lembaga yang
terkandung di dalam biji
2. Akar Sekunder : Seluruh
cabang akar yang tumbuh dari akar primer
n Tumbuhan dikotil : sistem akar tunggang
n Tumbuhan monokotil : sistem akar
serabut
n
Struktur luar :
a.
rambut akar
b.
ujung akar
c.
batang akar
d.
tudung akar.
n
Struktur dalam :
a.
epidermis
b.
korteks
c.
endodermis
d.
silinder pusat (stele
Rambut Akar
•
Merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar
•
Fungsi: Memperluas daerah penyerapan air dan mineral
•
Hanya tumbuh dekat ujung akar dan relatif pendek
Ujung Akar/Zona Pembelahan Sel
•
Merupakan titik tumbuh akar
•
Terdiri dari: jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan
aktif membelah diri
•
Dilindungi oleh tudung akar, yang :
o
fungsinya untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu
menembus tanah
o
Bagian luarnya mengandung lendir untuk memudahkan akar menembus tanah.
Epidermis Akar (Kulit luar)
n Merupakan lapisan luar akar
n Terdiri dari selapis sel yang
tersusun rapat
n Dinding sel: tipis dan mudah dilalui
air
n Sel-sel epidermis akan
bermodifikasi membentuk rambut-rambut akar
Korteks Akar (Kulit pertama)

Terdiri dari beberapa lapis sel
yang berdinding tipis
Terdapat ruang-ruang antarsel
yang berperan dalam pertukaran gas
Fungsi: tempat menyimpan cadangan
makanan
Endodermis Akar
n Terdiri dari selapis sel yang
tebal
n Sel-sel endodermis memiliki pita
kaspari, yaitu bagian seperti pita yang mengandung gabus (zat suberin).
n Fungsi: Pengatur jalannya larutan
yang diserap dari tanah yang masuk ke silinder pusat
Silinder Pusat/Stele Akar
Tersusun atas
1. Perisikel (perikambium),
yaitu :
·
Lapisan terluar yang terdiri dari satu / beberapa lapisan sel
·
Berfungsi dalam proses pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke
samping
2. Xylem (pembuluh kayu)
3. Floem (pembuluh tapis)
Penampang
Akar Dikotil
1.
Menyerap air dan mineral
2.
Menunjang dan memperkokoh berdirinya tumbuhan
3.
Sebagai alat pernapasan, misal pada tumbuhan bakau
4.
Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan
Proses Penyerapan Air dan Mineral
serta Pengangkutannya
n Melalui ujung akar dan
rambut-rambut akar
n Air dan mineral diserap
rambut-rambut akar menuju pembuluh kayu akar (xylem) melalui epidermis,
korteks, endodermis.
n Pengangkutan ada 2, yaitu:
1. Pengangkutan ekstravaskuler : Aliran
air dan mineral dari rambut akar,epidermis, korteks, endodermis, hingga
pembuluh kayu terjadi diluar berkas pembuluh.
2. Pengangkutan vaskuler : Pengangkutan air dan mineral ke daun melalui
pembuluh kayu (angkut) pada batang, cabang dan daun
n Penyerapan dan pengaliran air
berlangsung secara:
1. Osmosis, yaitu pergerakan (perpindahan)
zat dari larutan yang kurang pekat (berkonsentrasi rendah) ke larutan yang
lebih pekat (berkonsentrasi tinggi) melalui selaput semipermeabel (selaput pemisah yang hanya
dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang larut di dalamnya)
2. Transpor Aktif, yaitu sistem transpor ion-ion
dan molekul-molekul melalui membran (selaput) sel dengan menggunakan energi.
Mineral dari tanah secara transpor aktif masuk ke dalam sel tumbuhan dari
konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi
n Air masuk ke dalam sel tumbuhan
menyebabkan tekanan pada dinding sel dan menimbulkan ketegangan (turgor) antara
dinding sel dengan isi sel setelah menyerap air. Tekanan ini disebut tekanan
turgor
II. B A T A N G
n Perbedaan akar dan batang
terletak pada kuncupnya, dimana batang memiliki kuncup, yaitu:
a. Kuncup ujung batang (kuncup terminal), terletak
di ujung batang yang sedang tumbuh dan berfungsi melanjutkan pertumbuhan
batang.
b. Kuncup ketiak (kuncup aksilar), terletak pada
ruas tertentu sepanjang batang dan terdapat pada ketiak daun, yang akan menjadi
cabang batang.
c. Kuncup bunga, yang akan berkembang menjadi
bunga
d. Kuncup liar, muncul di mana saja ketika
tumbuhan luka
n Batang yang berubah bentuk :
a. Umbi batang, misalnya kentang c. Sulur,
sebagai alat pembelit, misalnya anggur
b. Rhizoma, misalnya jahe dan lengkuas d. Geragih
/ stolon, misalnya arbei
Struktur Luar (Morfologi) Batang
Berdasarkan keadaan batang,
struktur luar batang ada 2 macam :
- Batang Tumbuhan Herba,
dengan ciri-ciri sebagai berikut :
· Lunak
· Berwarna hijau
· Jaringan kayu sedikit/tidak ada
· Ukuran batang kecil dan umurnya
relatif pendek
Contoh batang tumbuhan herba : jagung, bunga matahari, bayam, kacang dll
- Batang Tumbuhan Berkayu,
dengan ciri-ciri :
· Keras
· Umurnya relatif panjang
· Terdapat lentisel (lubang-lubang
kecil)
· Kulit kayu agak tebal
Contoh batang tumbuhan berkayu : mangga,
jati, angsana dll
Struktur Dalam (Anatomi) Batang
1. Batang Tumbuhan Herba, bagian
dalamnya terdiri dari :
· epidermis tipis (ada stomata)
· sel-sel korteks (mengandung
klorofil)
· jaringan penyokong (kolenkim dan
sklerenkim)yang menyebabkan batang tumbuhan herba dapat menopang daun-daun dan
dapat berdiri dengan tegak.
2. Batang tumbuhan berkayu,
bagian dalamnya terdiri dari :
· epidermis
· korteks
· stele (silinder pusat)
Epidermis Batang (kulit luar)
· Terdiri dari satu lapis sel yang
tersusun rapat dan tidak terdapat rongga-rongga antarsel
· Dinding sel menebal dan dilapisi
kutikula atau kambium gabus yang membentuk lapisan gabus
· Fungsi : melindungi
lapisan-lapisan di dalamnya.
Korteks Batang (kulit pertama)
· Terdiri dari jaringan parenkim di
bawah epidermis
· Tersusun atas beberapa lapis sel
berdinding tipis dan memiliki vakuola besar
· Terdapat rongga-rongga antar sel
(untuk pertukaran udara) dan floeterma (sel-sel pada lapisan
korteks paling dalam yang berbentuk khas dan mengandung butir-butir pati).
· Fungsi : Sebagai tempat
penyimpanan makanan.
Stele Batang (Silinder pusat)
- Bagian terdalam batang
- Terdapat berkas pembuluh angkut, yaitu xylem
(pembuluh kayu) di sebelah dalam dan floem (pembuluh tapis) di
sebelah luar
- Bagian dalam: empulur, yaitu bagian batang
yang paling luas.
- Dari pusat ke arah kulit kayu tampak
garis-garis radial (jari-jari empulur) sehingga air dan zat makanan
bergerak ke arah samping.
- Jaringan kambium yang terdiri dari sel-sel
yang selalu aktif membelah diri yang memisahkan kulit kayu dari bagian
batang lainnya serta membentuk sel xylem (kayu) ke arah dalam dan sel
floem (kulit kayu) ke arah luar. Aktivitas ini menimbulkan lingkaran tahun
pada batang/kayu tumbuhan
Fungsi Batang
1.
Organ lintasan air dan mineral dari akar ke daun dan lintasan zat
makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan
2. Organ pembentuk dan penyangga
daun
3. Tempat penyimpanan makanan
4. Alat perkembangbiakan
vegetatif
III. D A U N
Struktur luar (morfolog) daun
·
Bentuk pipih melebar dan berwarna hijau karena disebabkan oleh
kandungan kloroplas di dalam sel-sel daun, dimana dalam kloroplas terdapat klorofil
·
Bagian-bagian daun :
1. Helaian daun (lamina)
2. Tangkai daun (petiolus)
3. Pangkal tangkai daun/pelepah
daun
·
Berdasarkan bagian-bagiannya, daun dibagi 2 macam, yaitu :
a. Daun sempurna / daun lengkap : Daun
yang memiliki ketiga bagian daun
Contoh : Daun
pisang, daun talas
b. Daun tidak sempurna/tidak
lengkap : Jika tidak memiliki salah satu dari ketiga bagian daun
Contoh : Daun jambu, daun mangga
·
Berdasarkan susunan helai
daun pada tangkainya, daun dibagi dalam 2 jenis, yaitu :
a. Daun tunggal : Daun
yang hanya memiliki satu helai daun pada tangkainya.
Contoh : Daun
mangga
b. Daun majemuk : Daun
yang memiliki lebih dari satu helai daun pada tangkainya. Ada yang menyirip
(ganda/tunggal) dan ada yang menjari.
Contoh : Daun belimbing
·
Tumbuhan dikotil tulang daun menyirip/menjari, sedangkan tumbuhan monokotil
tulang daunnya sejajar/melengkung
Struktur
dalam (anatomi) daun
Struktur Dalam (Anatomi Daun),
terdiri dari :
1. Epidermis daun
·
Lapisan terluar yang terdapat di permukaan atas dan bawah daun
·
Terdiri dari satu lapis sel epidermis yang tidak memiliki ruang
antarsel
·
Fungsi epidermis atas :
melindungi bagian-bagian yang ada di bawahnya
Fungsi epidermis bawah : melindungi bagian-bagian yang ada di
atasnya
·
Pada epidermis terdapat:
a.
Lapisan lilin/rambut-rambut halus, untuk mencegah penguapan air yang berlebihan
b. Stomata (mulut daun), untuk pertukaran gas
2. Jaringan tiang/jaringan
palisade/jaringan pagar
·
Terdiri dari sel-sel silindris, tegak, tersusun rapat dan banyak
mengandung kloroplas
·
Sebagai tempat terjadinya fotosintesis
3. Jaringan bunga karang/jaringan
spons
·
Terdiri dari sel-sel yang bentuknya tidak teratur
·
Terdapat ruang antarsel (sel-selnya tidak rapat) dan sedikit mengandung
kloroplas
·
Fungsi : menampung karbondioksida untuk fotosintesis
4. Berkas pembuluh angkut
·
Terdapat di dalam tulang-tulang daun
·
Lanjutan dari sistem jaringan pembuluh angkut batang atau cabang dan
pembuluh angkut akar
Fungsi Daun
1. Tempat fotosintesis : di
jaringan palisade
2. Tempat transpirasi/penguapan
pada tumbuhan : melalui stomata(mulut daun)
3. Alat pernapasan: melalui stomata untuk mendapat energi yang
terkandung di dalam makanan
4. Alat perkembangbiakan vegetatif : seperti pada daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata)
Sistem Pengangkutan pada Tumbuhan
•
Suatu sistim yang berperan dalam pengangkutan air dan mineral yang
diserap oleh akar ke daun dan zat-zat hasil fotosintesis
•
Dilakukan oleh jaringan pengangkut yang terdiri dari :
a.
Xylem (pembuluh kayu), yang berfungsi mengangkut air dan mineral dari
akar ke daun.
b.
Floem (pembuluh tapis), yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis
dari daun ke bagian-bagian lain tumbuhan
•
Air dan mineral dapat naik sampai ke daun yang tinggi karena adanya
kekuatan tertentu, yaitu:
a.
Tekanan Akar
- Ditimbulkan sebagai akibat
pergerakan air secara osmosis dari sel ke sel pada akar menyebabkan air terdorong/tertekan
sehingga naik ke pembuluh kayu batang.
- Besarnya tekanan pada akar
dipengaruhi oleh besar kecil dan tinggi rendahnya tumbuhan
b. Kapilaritas Batang
- Kapilaritas pembuluh kayu
dari akar dan batang menyebabkan air dan mineral yang terlarut naik ke puncak
batang dan daun.
c.
Daya Isap Daun
- Disebabkan adanya penguapan air dari daun sehingga
aliran air dan mineral dari akar, batang dan daun terjadi terus-menerus.
- Besarnya sebanding dengan
jumlah daun yang dimilikinya.
IV. B U N G A
n Berdasarkan bagian-bagian yang
terdapat dalam bunga:
a. Bunga lengkap/sempurna : Bunga
yang memiliki perhiasan dan alat kelamin.
Contoh : Kembang sepatu
b. Bunga tidak lengkap/tidak sempurna : Jika salah satu hiasan bunganya atau
salah satu alat kelaminnya tidak ada.
n Berdasarkan alat kelaminnya,
bunga dibagi dalam 3 macam :
a. Bunga jantan : Bunga
yang memiliki benang sari tetapi tidak mempunyai putik.
b. Bunga betina : Bunga
yang memiliki putik tetapi tidak mempunyai benang sari.
c. Bunga hermafrodit : Bunga
yang memiliki putik dan benang sari dalam satu bunga.
BAGIAN-BAGIAN BUNGA

1. Perhiasan Bunga(periantium), yang terdiri
dari :
a.
Kelopak (calyx/sepal)
·
Bagian terluar dari bunga
·
Berwarna hijau/warna lain yang tersusun dalam satu / beberapa lingkaran
·
Fungsi : Melindungi kuncup bunga
b.
Mahkota (corolla/petal)
·
lebih besar dari kelopak dan letaknya di dalam kelopak
·
memiliki warna yang mencolok
2. Alat Kelamin, yang terdiri dari :
a.
Benang sari (stamen)
·
Merupakan organ perkembangbiakan (alat kelamin) jantan yang menghasilkan
sel kelamin jantan (sperma)
·
Letak : mengelilingi putik
·
Tersusun dari : tangkai sari (filamen), kepala
sari/kotak sari (anthera) dan serbuk sari (polen)
b.
Putik (psitillum)
·
Merupakan organ perkembangbiakan betina yang membentuk sel telur (ovum)
·
Letak : bagian pusat bunga setelah benang sari
·
Tersusun dari : kepala putik (stigma), tangkai putik
(stilus), bakal buah dan bakal biji ( sel
kelamin betina /ovum )
V. B U A H
n Pembuahan: peristiwa penyatuan
sel kelamin jantan dan sel kelamin betina
n Pembuahan yang terjadi sebelum
penyerbukan disebut partenokarpi
n Bakal buah (pada bagian bawah
putik) berkembang menjadi buah dan bakal biji berkembang menjadi biji
n Berdasarkan
perkembangannya, buah dibagi dalam 3 macam :
a. Buah Tunggal : Buah yang dibentuk
oleh 1 bakal buah
Contoh : mangga
b. Buah Agregat : Buah yang dibentuk
oleh banyak bakal buah dari 1 bunga
Contoh : sirsak,
buah arbei, buah srikaya
c. Buah Majemuk/ganda : Buah yang dibentuk oleh banyak bakal
buah dari banyak bunga
Contoh : nenas, buah
keluwih, buah nangka
n
Berdasarkan kandungannya, buah di bagi dalam 2 macam :
a. Buah lunak : Bakal buah dan bagian-bagian bunga
akan membentuk bangunan berdaging di sekeliling biji (buah berdaging)
Contoh : apel, jeruk
b. Buah kering : Bakal
buah membentuk pelindung yang keras untuk biji.
Contoh : kacang-kacangan
n
Berdasarkan asalnya, buah dibagi dalam 2 macam :
a. Buah
Sejati
· Terbentuk dari bakal buah
· Seluruh jaringannya berasal dari
bakal buah
Contoh : Mangga, alpukat,
semangka, pepaya
b. Buah Semu : Buah
yang terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga.
Contoh : arbei, apel, nangka,
jambu mede
VI. B I J I
n Merupakan alat perkembangbiakan
generatif
n Bagian-bagian biji :
1. Kulit Biji (spermodermis)
·
Pada Angiospermae (tumbuhan biji tertutup), biji memiliki 2 lapisan,
yaitu kulit luar (testa) yang tipis tetapi keras dan kulit dalam (tegmen/kulit
ari) seperti selaput
·
Pada Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka),biji memiliki 3 lapisan,
yaitu lapisan luar yang tebal berdaging. Lapisan tengah yang kuat, keras dan berkayu, serta lapisan dalam yang tipis
seperti selaput, contoh: biji melinjo
2. Tali Pusat (Funiculus)
·
Bagian yang menghubungkan biji dengan papan biji (plasenta)
·
Jika biji masak, tali pusat lepas sehingga pada biji terlihat bekas yang
disebut pusat biji (hilus)
3.Inti biji
(nucleus seminis)
·
Semua bagian biji yang terdapat di dalam kulit dalam
·
Terdiri dari lembaga (embrio), yaitu calon tumbuhan/individu baru dan
putih lembaga (endosperm), yaitu tempat cadangan makanan.
Latihan :
Isilah
dengan tepat titik-titik dibawah ini :
1. Sekumpulan sel yang sama akan...........
2. Dalam proses fotosintesis dihasilkan
karbohidrat..............
3. Jaringan pelindung disebut juga jaringan.....
4. Jaringan yang berfungsi mengangkut zat-zat
yang ada pada tumbuhan...........
5. jaringan kolenkim dan sklerenkim
merupakan.......
Rangkuman :
1.
Tumbuhan terdiri atas tiga bagian utama yaitu akar, batang, dan daun.
2. Akar pada tumbuhan berfungsi sebagai
jangkar yang menjaga tumbuhan dari tiupan angin dan hanyutan air.
3. Secara anatomi, bagian-bagian akar
meliputi epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat.
4. Batang tumbuhan merupakan sumbu
tumbuhan yang mendukung cabang, daun, dan bunga.
5. Batang dikotil dan monokotil memiliki
perbedaan, yaitu batang dikotil memiliki kambium sementara batang monokotil
tidak memiliki kambium.
6. Berkas pengangkut yang dijumpai pada
tumbuhan ada dua macam yakni xilem yang mengangkut air dan mineral serta floem
yang mengangkut hasil fotosintesis tumbuhan.
7. Daun tumbuhan memiliki
beberapa macam jaringan, yakni epidermis, palisade, sponsa,
dan pengangkut yang dilengkapi suatu struktur yang disebut stomata.
TES FORMATIF :
- Pada penampang
melintang daun, yang paling banyak mengandung klorofil adalah jaringan…
a. tiang c. epidermis
b. spons
d. stomata
- Stomata terdapat dalam….
a. endodermis c. tiang
b. epidermis d. semua benar
- Pada tumbuhan, stomata berperan
sebagai….
a. transportasi hasil fotosintesis
b. transport mineral
c. transport air
d. pernapasan tumbuhan
- Pertukaran gas pada tumbuhan hijau
berlangsung di….
a. korteks c. epidermis
b. endodermis
d. stomata &
lentisel
- Kambium keluar membentuk….
a. floem c. xilem
b. epidermis
d. pembuluh kayu
- Fungsi xilem adalah....
a. menguatkan tumbuhan
b. proses pernapasan
c. mengangkut hasil fotosintesis
d. mengangkut garam dan mineral
- Letak berkas pembuluh angkut pada
tumbuhan monokotil adalah….
a. teratur dalam
lingkaran
b. tersebar
c. pada epidermis
d. pada
kambium
8. Pada bagian daun, terdapat pori-pori untuk
pertukaran gas yang disebut....
a. lentisel
b. xilem
c. floem
d. stomata
9. Pada jaringan
epidermis tumbuhan terdapat lilin yang berfungsi mengurangi penguapan yang
disebut
a. palisade
b. kutikula
c. xilem
d. stomata
10. Peranan penting daun bagi tumbuhan yaitu
untuk ....
a. pernapasan
b. menyerap air
c. menyebarkan sari-sari makanan
d. fotosintesis
Jawablah dengan benar pertanyaan berikut !
1. Berdasarkan hasil pengamatan kamu pada saat
mengamati struktur anatomi batang pada kacang tanah dan jagung, jawablah
pertanyaan berikut.
a. Jelaskan perbedaan struktur jaringan dari kedua
batang tersebut!
b. Berdasarkan
ciri-cirinya, termasuk kelompok tumbuhan apakah jagung dan kacang
tanah
BAB 2.
FOTOSINTESIS
Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan
untuk menghasilkan energi. Pada manusia makanan didapatkan dari tumbuhan dan
hewan pada hewan makanan didapatkan dari tumbuhan atau hewan lain. Bagaimanakah
cara tumbuhan untuk memperoleh energi? Sebagai produsen, tumbuhan mampu membuat
makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Bagaimana tumbuhan melakukan
fotosintesis?
Fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan
senyawa kompleks dari senyawa sederhana dengan menggunakan energi cahaya.
Tumbuhan mendapatkan energi cahaya ini dari matahari. Tumbuhan yang dapat
memanfaatkan energi cahaya matahari adalah tumbuhan yang memiliki klorofil.
Julius von Sachs melalui percobaannya telah membuktikan fotosintesis terjadi
pada tumbuhan hijau (berklorofil) dengan bantuan sinar matahari untuk memahami
bagaimana fotosintesis.
Sama halnya dengan proses memasak,
fotosintesis juga memerlukan bahan. Bahan untuk fotosintesis adalah molekul air
(H2O) dan karbon dioksida
(CO2). Pada proses
fotosintesis akan membentuk glukosa (molekul gula) dan menghasilkan oksigen.
Secara kimiawi, proses fotosintesis dapat dituliskan dengan reaksi berikut ini.
Cahaya
Matahari
+ KLOROFIL

6CO2 (karbon
dioksida) + 6H2O (air) C6H12O6 (glukosa) + 6O2
(oksigen)
Apakah benar dalam proses fotosintesis
dihasilkan oksigen dan glukosa? Ingatkah pada waktu kelas VII, kamu pernah
melakukan penyelidikan Ingeuhouz dengan
melihat fotosintesis pada tumbuhan Hidrylla
sp? Ternyata gelembung-gelembung yang dihasilkan adakah oksigen. Nah
apakah benar dalam proses fotosintesis dihasilkan glukosa? Coba amati data
pengamatan praktikum kamu.
Proses fotosintesis terjadi dalam dau tahap, yaitu tahap
pertama yang disebut dengan reaksi terang dan tahap kedua yang disebut dengan
reaksi gelap. Pada beberapa reaksi kimia dalam tahap reaksi terang membutuhkan
adanya cahaya yang diserap oleh pigmen klorofil. Cahaya yang diserap ini akan
memecah air menjadi 2 molekul O2 (oksigen)
dan H2 (hidrogen).
Oksigen akan dikeluarkan oleh tumbuhan melalui stomata. H2 akan dipakai tumbuhan untuk reaksi gelap pada
proses fotosintesis. Carilah info dari berbagai sumber, bagaimanakah terjadinya
reaksi gelap pada preoses fotosintesis!
Apa pentingnya melakukan fotosintesis?
Fotosintesis berperan dalam
menyediakan makanan untuk semua organisme. Organisme fotosintetik menggunakan
karbon dioksida dan melepaskan oksigen yang dibutuhkan oleh semua organisme
termasuk manusia untuk tetap hidup. Sebanyak 90% oksigen yang ada di atmosfer
merupakan hasil fotosintesis. Jadi, peristiwa fotosintesis penting untuk
keberlangsungan makhluk hidup di bumi.
LATIHAN :
1. Tempat terjadinya fotosintesis adalah di.....
2. Faktor apa saja yang diperlukan untuk
keberhasilan fotosintesis.....
3. Apa peran klorofil dalam proses
fotosintesis.....
RANGKUMAN :
Daun
berfungsi sebagai organ fotosintetik karena memiliki sel-sel parenkim yang berisi
kloroplas sehingga dapat menghasilkan bahan berupa glukosa.
TES FORMATIF :
1. Sehelai daun ditutupi sebagian dengan kertas
timah, lalu diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari selama 24 jam. Daun tersebut kemudian dipetik dan
dilakukan uji iodium pada permukaan atas daun. Proses tersebut merupakan cara
untuk....
a. mengetahui bahwa hasil fotosintesis adalah amilum
b. mengetahui bahwa amilum terdapat pada seluruh bagian daun
c. mengetahui bahwa klorofil diperlukan dalam fotosintesis
d. mengetahui bahwa pada fotosintesis terbentuk gas oksigen
2. Struktur
daun yang berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan dan tempat pertukaran
udara dalam tumbuhan secara berturut-turut adalah....
a. jaringan palisade dan stomata
b. jaringan sponsa dan epidermis
c. jaringan palisade dan xilem
d. jaringan sponsa dan floem
3.
Jaringan yang berfungsi menyebarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian
adalah....
a. rambut akar
b. epidermis
c. endodermis
d. floem
4. Energi dari cahaya matahari terperangkap oleh
pigmen hijau yg disebut…
a. reduksi c.
xilem
b. klorofil d. floem
5. Salah satu syarat terjadinya
fotosintesis adalah…..
a. karbohidrat c. cahaya
b. oksigen d.
glukosa
Jawablah dengan benar pertanyaan berikut !
1.
Fotosintesis adalah proses
penyusunan atau pembentukan senyawa kompleks dari senyawa sederhana yang
dilakukan oleh tumbuhan. Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis?
BAB 3.
GERAK
TUMBUHAN
Jika kita amati dengan seksama, ternyata tumbuhan
juga melakukan gerakan. Meskipun gerakan pada tumbuhan cenderung lambat, namun
masih dapat diamati perbedaannya. Misalnya gerakan yang muncul pada tumbuhan
putri malu. Tumbuhan putri malu akan tampak menguncup saat kita menyentuhnya.
Meskipun tidak ada perpindahan tempat, namun tumbuhan putri malu tersebut masih
dianggap bergerak karena gerakan pada organisme tidak selalu merupakan gerak
berpindah tempat. Bagaimana dengan tumbuhan lainnya? Apakah juga melakukan
gerak? Bagaimana tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat bergerak? Gerakan-gerakan
seperti apa saja yang dilakukan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,
mari kita pelajari gerak pada tumbuhan berikut ini.
1. Gerak
pada Tumbuhan
Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga
macam, yaitu gerak endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom.
a. Gerak Endonom
Gerak pertumbuhan daun dan gerak
rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun Hydrilla verticillata dapat diketahui dari gerak sirkulasi
klorofil di dalam sel .Gerak ini terjadi secara spontan dan tidak diketahui
penyebabnya, atau tidak memerlukan rangsang dari luar. Gerak yang demikian
disebut gerak endonom. Rangsang pada gerak endonom diduga berasal dari
dalam tumbuhan itu sendiri.
Merekahnya
kulit buah-buahan yang sudah kering pada tumbuhan polong-polongan, membukanya
dinding sporangium (kotak spora) paku-pakuan, membentang dan menggulungnya
gigi-gigi peristoma pada sporangium lumut adalah contoh-contoh dari gerak
higroskopis .Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena
pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang
tidak merata.
c.
Gerak Esionom
Gerak esionom adalah
gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar.
Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dapat dibedakan menjadi gerak
tropisme, gerak taksis, dan gerak nasti.
1) Gerak Tropisme
Gerak tumbuhan dapat diamati melalui beberapa gejala,
salah satunya adalah arah tumbuh tumbuhan.
Arah tumbuh tumbuhan dapat berubah
karena pengaruh lingkungan. Contoh tumbuhan yang diletakkan dekat jendela
batangnya tumbuh menuju cahaya. Cahaya merupakan rangsang yang datangnya dari
luar tumbuhan. Gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya
rangsang dari luar disebut tropisme. Jika arah gerak tumbuhan mendekati
rangsang disebut gerak tropisme positif, tetapi jika arah gerak tumbuhan
menjauhi rangsang disebut gerak tropisme negatif. Berdasarkan jenis
rangsangannya, gerak tropisme dibagi menjadi geotropisme (gravitropisme),
hidrotropisme, tigmotropisme, kemotropisme, dan fototropisme (heliotropisme).
a). Gerak Geotropisme
Perhatikan pada kecambah tanaman tersebut, arah gerak
akar selalu menuju pusat bumi dan arah gerak tumbuh batangnya selalu tegak ke
atas menjauhi pusat bumi. Arah gerak bagian tumbuhan baik akar maupun batang
tersebut karena pengaruh gravitasi. Gerak tumbuhan yang demikian disebut geotropisme
atau gravitropisme.

b). Gerak Hidrotropisme
Pertumbuhan
akar yang selalu menuju ke sumber air disebut gerak hidrotropisme. Hidrotropisme
adalah gerak tropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan air.
c). Gerak Tigmotropisme
Gerak membelitnya ujung batang atau ujung sulur kacang
panjang dan mentimun pada tempat rambatannya disebut gerak tigmotropisme. Tigmotropisme
adalah gerak tropisme yang diakibatkan oleh rangsang berupa sentuhan dengan
rambatannya baik berupa benda mati atau tumbuhan lain. Contoh gerak tropisme
dapat dilihat pada
d). Gambar Fototropisme
Gambar menunjukkan pengaruh
rangsang cahaya terhadap arah tumbuh batang tumbuhan. Gerak tropisme tumbuhan
yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya disebut gerak fototropisme atau heliotropisme.
Tumbuhan yang arah tumbuhnya mendekati sumber cahaya disebut fototropisme
positif sedangkan yang menjauhi cahaya disebut fototropisme negatif. Contohnya
adalah gerakan ujung batang bunga matahari yang membelok menuju ke arah
datangnya cahaya (fototropisme positif).

e). Gerak Kemotropisme
Penyerbukan merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik.
Selanjutnya, serbuk sari akan berkecambah di kepala putik dan membentuk buluh
serbuk yang akan membawa gamet jantan (spermatozoid) menuju gamet betina
(sel telur). Gerakan buluh serbuk sari menuju sel telur pada bakal buah karena
pengaruh zat gula yang dikeluarkan oleh bakal buah (zat kimia). Gerak tropisme
tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan bahan kimia disebut kemotropisme.
2) Gerak Taksis
Gerak taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang
arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak taksis biasanya dilakukan
oleh organisme bersel satu. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat
dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis.

Gerak
spermatozoid menuju sel
telur pada
archegonium tumbuhan lumut dan tumbuhan paku yang bergerak
karena tertarik oleh zat gula atau protein yang dihasilkan oleh
archegonium disebut
gerak kemotaksis Kemotaksis adalah gerak taksis tumbuhan yang dipengaruhi oleh
rangsangan berupa bahan kimia.
Gerak kloroplas ke sisi sel
yang memperoleh cahaya disebut gerak fototaksis. Fototaksis adalah gerak taksis
tumbuhan yang dipengaruhi rangsang berupa cahaya.
3) Gerak Nasti
Nasti adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan akibat
rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah
datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangannya gerak nasti dibedakan
menjadi niktinasti, fotonasti, dan tigmonasti atau seismonasti.
a). Gerak Niktinasi
Menguncupnya daun tumbuhan Leguminosae
(kacang-kacangan) menjelang petang akibat perubahan tekanan turgor pada
tangkai daun disebut gerak niktinasti (Gambar 1.10). Niktinasti adalah
gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan dari lingkungan yang terjadin pada malam
hari.
b). Gerak Fotonasti
Mekarnya bunga pukul empat
(Mirabilis
jalapa) pada sore hari disebut
gerak fotonasti. Fotonasti adalah gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan
cahaya
LATIHAN :
|
1. Daya hisap daun timbul
karena adanya penguapan pada………
|
2. Gerak fototropisme
merupakan gerak tumbuhan untuk menanggapi rangsang berupa……….
|
3. Sirih membentuk sulur
merambat ke atas karena adanya batang disebelahnya. Ini adalah gerak………
|
4. Gerak menutupnya daun
putri malu bila disentuh disebut gerak……..
|
RANGKUMAN :
Gerak tumbuhan berdasarkan rangsangannya
dibagi menjadi gerak endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom.
2. Gerak endonom (gerak spontan) adalah
gerak tumbuhan yang tidak memerlukan rangsang dari luar atau tidak diketahui
penyebab luarnya. Rangsangan pada gerak endonom diduga berasal dari dalam
tumbuhan itu sendiri.
3. Gerak higroskopis adalah gerak bagian
tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di dalam sel, sehingga
terjadi pengerutan yang tidak merata.
4. Gerak esionom adalah gerak tumbuhan
yang disebabkan adanya rangsangan dari lingkungan sekitar.
5. Gerak esionom dibagi menjadi gerak
tropisme (yang terdiri atas gerak geotropisme, hidrotropisme, tigmotropisme,
fototropisme, dan kemotropisme), gerak taksis (yang terdiri atas gerak
kemotaksis dan fototaksis), dan gerak nasti (yang terdiri atas gerak
niktinasti, fotonasti, seismonasti, termonasti, dan nasti kompleks).
TES FORMATIF :
1. Gerak tumbuhan yang memerlukan rangsang
berupa perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak
merata disebut…
a. gerak hidronasti
b. gerak hidrotropisme
c. gerak hidrostatis
d. gerak higroskopis
2. Contoh gerak tumbuhan berikut yang bukan merupakan
contoh dari gerak nasti adalah….
a. menguncupnya daun tanaman Leguminosae
b. mekarnya bunga pukul empat
c. menutupnya daun putri malu
d. merekahnya kulit buah-buahan yang sudah kering
pada tumbuhan polong- polongan
3. Sirih membentuk sulur merambat keatas. Ini
adalah gerak…
a. termonasti c. tigmonasti
b.
seismonasti d. fototaksis
4. Gerak
mengatupnya daun putri malu bila disentuh adalah gerak…..
a.
termonasti c. tigmonasti
b. seismonasti d.
fototaksis
5.
Gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang adalah...
a. nasti dan tropisme
b. taksis dan tropisme
c. tropisme dan seismonasti
d. seismonasti dan taksis
Jawablah dengan benar pertanyaan berikut !
1.
Tuliskan macam-macam gerak pada tumbuhan, jelaskan.
BAB 4.
HAMA DAN
PENYAKIT PADA TUMBUHAN
Pernahkah kamu melihat suatu tanaman yang daunnya rusak
karena dimakan ulat atau hewan lain? Dalam perkembangan dan pertumbuhannya,
tanaman sering mendapat berbagai macam gangguan dari lingkungan, misalnya
berupa serangan hama, gulma, dan penyakit. Hama merupakan salah satu pengganggu
pada tanaman. Tanaman yang terserang hama dapat mati atau rusak. Berbagai
gangguan tersebut dapat menurunkan produktivitas tanaman produksi. Jika tidak
ditangani dengan baik, serangan hama dapat mengganggu pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Bahkan tanaman tersebut dapat mati karenanya. Tahukah
kamu, apa saja yang termasuk hama, gulma, dan penyakit tanaman? Mari kita
pelajari bersama melalui uraian berikut ini.
Hama
Hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman
karena aktivitas hidupnya, terutama aktivitas untuk mendapatkan makanan dan
bertempat tinggal. Hama dapat merusak tanaman secara langsung maupun tidak
langsung. Gangguan atau serangan hama dapat terjadi sejak benih, pembibitan,
pemanenan, hingga di gudang penyimpanan. Gangguan dan serangan itu dapat
menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hama yang menyerang tanaman
ada beraneka ragam, misalnya wereng, gangsir, tikus, ulat tanah, lalat buah,
walang sangit, dan kutu. Selain itu, tanaman juga dapat terserang berbagai
macam penyakit. Penyakit tanaman dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur,
dan alga. Hewan yang termasuk hama dikelompokkan ke dalam beberapa golongan,
yaitu sebagai berikut.
- Mamalia, misalnya musang, tupai, tikus, dan babi hutan.
- Aves, misalnya burung dan ayam.
- Serangga, misalnya belalang, wereng, dan kumbang.
- Molusca, misalnya siput dan bekicot.
Contoh hama dalam kehidupan sehari-hari antara lain
sebagai berikut.
1. Wereng
Wereng adalah sejenis kepik yang menyerang tumbuhan dan
menyebabkan daun dan batang menjadi berlubang-lubang. Jika serangannya parah
maka daun akan menguning, kering, dan akhirnya mati. Wereng dapat dikendalikan
secara kimiawi, misalnya dengan penyemprotan menggunakan insektisida.
Menyemprot dengan pestisida harus menggunakan baju lengan panjang, sarung
tangan, penutup muka masker, topi, sepatu, dan diupayakan tidak melawan arah
angin.
2. Gangsir
Gangsir merupakan binatang yang sering menyerang tanaman
yang masih muda, misalnya tanaman yang baru dipindah dari persemaian. Gigitan
gangsir menyebabkan tanaman mati karena batangnya putus atau patah. Potongan
pangkal batang itu biasanya tidak dimakan tapi hanya diputus. Serangan gangsir
biasanya terjadi pada malam hari. Gangsir membuat liang di dalam tanah sampai
kedalaman 90 cm dengan ciri khas ada onggokan tanah di permukaan liang. Pencegahan
yang dapat dilakukan antara lain dengan tidak menanam bibit yang terlalu muda
karena disukai gangsir. Adapun pengendalian terhadap gangsir dapat dilakukan
dengan menyiram larutan insektisida pada liang gangsir kemudian ditutup dengan
tanah.
3. Tikus
Tikus menyerang berbagai jenis tumbuhan. Bagian tumbuhan
yang diserang tidak hanya biji-bjian tetapi juga batang muda. Untuk mengatasi
serangan hama tikus dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami tikus yaitu
ular, menanam secara serentak, dan menggun akan Rodentisida (pestisida
pembasmitikus).
4. Lalat buah
Lalat buah biasanya menyerang tanaman pada waktu musim
hujan. Lalat betina menusuk buah-buahan dengan alat peletak telur untuk
memasukkan telurnya ke dalam daging buah. Telur akan menetas dan menjadi
belatung yang memakan buah tersebut sehingga buah akan busuk dan rusak.
Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
- Sanitasi lingkungan dengan membersihkan semua buah yang rontok.
- Pemasangan perangkap berupa sex pheromon.
- Penyemprotan insektisida secara berselang-seling. Penyemprotan
dilakukan pada pagi hari ketika masih ada embun.
5. Walang sangit
Walang sangit merupakan serangga hama tanaman padi.
Setiap kali bertelur, serangga betina dapat menghasilkan 100–200 butir telur.
Telur-telur tersebut diletakkan pada daun bendera tanaman padi. Telur yang
telah menetas akan menjadi nimfa yang berwarna hijau dan berangsur-angsur
menjadi coklat. Nimfa dan imago menyerang buah padi yang sedang matang susu
dengan cara menghisap cairan buah sehingga menyebabkan buah menjadi hampa.
Pengendalian terhadap wereng coklat dapat dilakukan dengan cara menanam secara
serentak, sanitasi tanaman yang terserang atau dengan penyemprotan insektisida
dengan dosis yang sesuai.
6. Tungau
Tungau (kutu kecil) biasanya terdapat di sebelah bawah
daun un tuk mengisap daun tersebut sehingga daun akan timbul bercak-bercak
kecil kemudian daun itu di atasi dengan cara mengumpulkan daun-daun yang
terserang kemudian dibakar. Hama ini banyak terdapat di musim kemarau.
Penyakit Pada Organ Tumbuhan
Selain hama dan gulma, ada lagi yang dapat menurunkan
kualitas tanaman, yaitu penyakit tanaman. Penyakit tanaman dapat menyebabkan
terganggunya daya tahan tubuh tanaman terhadap pengaruh luar. Secara umum,
penyakit tanaman disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur.
Berbagai contoh penyakit tanaman antara lain sebagai
berikut.
1. CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)
CVPD adalah penyakit yang merusak pembuluh tapis batang
tanaman jeruk. Penyakit CVPD disebabkan oleh virus.
2. TMV (Tobacco Mozaic Virus)
TMV adalah virus mosaik yang menyerang tanaman tembakau.
Daun tanaman tembakau yang terserang virus mosaik menjadi berwarna belang hijau
muda sampai hijau tua. Ukuran daun menjadi relatif lebih kecil dibandingkan
dengan ukuran daun normal. Apabila tanaman muda terserang virus
ini, pertumbuhan tanaman terhambat dan akhirnya kerdil.
3. Penyakit bulai
Penyakit ini biasanya menyerang tanaman jagung.
Penyebabnya adalah jamur dengan penyebaran menggunakan spora yang diterbangkan
oleh angin.
4. Penyakit virus belang
Penyakit ini biasanya menyerang tanaman kedelai.
Penyebabnya adalah virus dengan penyebaran melalui perantaraan angin.
5. Penyakit rebah kecambah
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Pythium debaryanum
menyebabkan pembusukan kecambah. Pembusukan pada akar menyebabkan rebah ke
tanah.
6. Penyakit embun tepung
Penyebab jamur Perorospora parastica.Menyerang
biji yang baru tumbuh dan belum memiliki daun pertama. Jika tidak mengkibatkan
kematian maka tanaman tumbuh kerdil dan produktivitas rendah.
7. Penyakit ruas batang dan bulir padi
Disebnabkan oleh jamur Pyricularia oryzae.
Mikroorganisme ini menyerang ruas-ruas batang padi dan bulir padi.
Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Organ Tumbuhan
Seperti yang terjadi di Indonesia yaitu pada tahun 1998,
di daerah Lampung, para petanidikejutkan oleh meledaknya populasi belalang
kembara yang menyerang tanaman padi,sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut
terpaksa para petani membakar tanaman paditersebut agar hama tersebut musnah.
Atas kejadian tersebut mengakibatkan kerugian yangsangat besar bagi para petani
dan dunia pertanian pada umumnya.Kejadian seperti tersebut di atas bisa saja
terjadi di daerah-daerah lain di negara kitadengan masalah yang sama maupun
yang berbeda penyebabnya. Untuk itu hama dan penyakitharus segera dikendalikan.
1. Pengendalian secara Biologis
Pengendalian secara biologis berarti cara mengendalikan
hama dan penyakit dengan menggunakan jenis hewan tertentu yang merupakan musuh
dari hama dan penyakit tersebut, misalnya:
- Memberantas hama tikus dengan menggunakan hewan ular sawah.
- Memberantas ulat yang menyerang daun pisang dengan burung gagak.
- Memberantas ulat yang menyerang tanaman kol, dengan burung gereja,
burung pipit, atau jenis lebah.
Pengendalian secara biologis hasilnya kurang maksimal
karena keterbatasan hewan predatoryang ada dan sulitnya untuk menyediakan
hewan-hewan predator tersebut.
2. Pengendalian secara Mekanis
Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan melakukan tindakan
secara aktif dalam memberantas hama, misalnya dengan mengambil ulat yang
melekat pada daun dengan tangan, sabit, corok, atau dengan alat bantu lainnya,
membuang daun yang sakit pada tanaman, cara seperti ini merupakan cara
tradisional oleh petani. Hasilnya tidak maksimal, di samping membutuhkan waktu
yang lama, tenaga, dan tidak mungkin dilakukan pada areal yang luas jadi kurang
praktis.
3. Pengendalian secara Kimia
Pengendalian secara kimia yaitu dengan bahan-bahan kimia
atau obat-obatan seperti pestisida antara lain, herbisida, insektisida, dan
fungisida. Insektisida untuk memberantas serangga (insekta). Herbisida untuk
memberantas tumbuhan pengganggu.Fungisida untuk memberantas jamur.
Pemberantasan secara kimia, lebih praktis dan lebih bermanfaat, tidak
membutuhkan banyak waktu dan tenaga yang banyak mungkin bisa dilakukan oleh
beberapa orang saja. Pemakaian bahan kimia harus dengan dosis yang tepat. Bila
pemakaiannya melebihi dosis, maka sisa-sisa zat kimia yang ada dapat merupakan
polutan dan mencemari, baik tanah, air dan lingkungannya. Sehingga racun-racun
tersebut mengganggu kesehatan manusia.
4. Pengendalian Dengan Tehnik Atau Pola Tertentu
Seperti pola tanaman yang disebut rotasi tanaman yang
artinya menanam tanaman secara bergantian dengan tanaman lain di suatu tempat
tertentu. Misalnya sawah setelah ditanam padi, masa berikutnya ditanam
palawija,cara ini disebut rotasi tanaman. Dengan cara ini daur hidup hama
penyakit akan terputus, selain itu caratersebut sangat membantu di dalam
mengembalikan kesuburan tanah.
LATIHAN :
|
1. Yang dimaksud hama adalah………
|
2. Penyakit rebah kecambah
disebabkan oleh...……….
|
3. Pyricularia oryzae menyebabkan
penyakit………
|
4. Penyakit pada tanaman
dapat disebabkan oleh……..
|
RANGKUMAN :
Tumbuhan dapat diserang oleh hama dan penyakit yang dapat
merusak bagian tumbuhan, bahkan dapat juga mematikan tumbuhan.
TES FORMATIF :
1.
CPVD merupakan penyakit yang menyerang Pada
tanaman
a. kelapa c. tembakau
b. padi d.
jeruk
2. Pengendalian dengan cara kimia antara lain
dengan, kecuali….
a. herbisida
b. insektisida
c. fungisida
d. dengan biologis
3. TMV menyerang tanaman…
a. jeruk c. tembakau
b.
kapas d. padi
4. Pythium debaryanum penyebab
penyakit...
a.
rebah kecambah c. embun tepung
b. cvpd
d. ruas batang padi
5. Memberantas hama tikus dengan menggunakan hewan ular sawah
merupakan pengendalian dengan cara
a. biologi
b. kimia
c. fisika
d. lingkungan
Jawablah dengan benar pertanyaan berikut !
1.
Tuliskan macam-macam cara pengendalian hama dan penyakit pada tumbuhan.