Translate

Selasa, 26 September 2017

HAMBATAN DALAM KEGIATAN TULIS MENULIS DAN SOLUSINYA

Kemarin adalah pertemuan ke 3 pelatihan menulis online kami lewat WA bersama bapak Wijaya Kusuma atau Om Jay sebagai coach menulis kami, dimana pada pertemuan ke 3 ini, kami diminta membuat resume diskusi kami.
Pada pertemuan ke 3 ini Om jay membahas tentang berbagai hambatan dalam kegiatan tulis menulis dan solusinya, menurut Om jay, yang beliau ambil dari bukunya  Deni Damayanti, hal 63-94, bahwa penghambat dalam kegiatan tulis menulis yang pertama adalah Malas, kedua tidak tahu manfaat menulis, ketiga tidak ada semangat belajar, keempat merasa tidak punya waktu, kelima buta bahasa tulis dan keenam merasa tidak punya ide.  Kita akan bahas satu demi satu bagaimana solusi dari  beberapa penghambat tersebut.
Malas, merupakan salah satu sifat manusia yang harus dijauhi, jika ingin menjadi penulis sukses maka wajib hukumnya untuk melawan rasa malas ini, bagaimana solusinya untuk mengatasi rasa malas ini, yaitu dengan melawan kemalasan itu sendiri dengan cara menakhlukkan diri sendiri. Menakhlukkan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang, pemenang sejati adalah saat kita bisa menakhlukkan diri sendiri.  Impikan dan wujudkan impianmu dengan tindakan nyata dan bukan kata kata. Dan saya pernah membaca salah satu cara mengatasi rasa malas untuk menulis yang paling ampuh adalah dengan mengingat betapa menyesalnya suatu saat nanti jika semua pengetahuan yang kita miliki hanya akan dipendam sendiri untuk dibawa mati.  Menurut Deni damayanti (2016), ada 10 cara untuk melawan kemalasan, yaitu (1) Jadikan menulis sebagai prioritas, maksudnya kita harus menulis setiap hari dan lihatlah apa yang akan terjadi (2) manfaatkan waktu kosong, jangan sia sia kan waktu begitu saja, karena satu satunya hal yang tidak akan dapat kita ulang kembali adalah waktu, oleh sebab itu gunakan waktu seefektif mungkin (3)pikirkan konsekwensi dari kemalasan, pikirkan bahwa kita akan menyesal dikemudian hari jika kemalasan masih menemani kita (4) jika bermanfaat segera kerjakan dan jangan ditunda tunda, jangan pernah menunda suatu kebaikan  (5) Mulai dari sekarang, jangan menunggu esok hari untuk menulis, lakukan sekarang juga (6) Sesulit apapun harus dikerjakan, jangan pernah menyerah sebelum berusaha (7)Perhatikan apa yang diraih orang, jadikan kesuksesan orang sebagi pemacu kita untuk lebih bersemangat (8)beri diri sendiri  hadiah, pada saat kita dapat meraih sesuatu yang  kita harapkan, maka berilah hadiah atau penghargaan kepada diri sendiri   (9) berolahraga, jangan lupa berolah raga teratur setiap hari, karena dengan berolah raga maka otak kita akan mendapat asupan oksigen lebih banyak sehingga membuat tubuh kita selalu bugar dan ide ide segar dalam menulis akan segera mengalir dengan lancar.(10) istirahat yang cukup, tubuh kita tersusun atas sel sel hidup yang memerlukan istirahat, berilah sel sel tubuh kita haknya yaitu beristirahat, dengan beristirahat yang cukup maka esok hari kita akan bangun dan memuliai hari dengan penuh energi dan semangat.
Tidak tahu manfaat dari menulis.  Menurut Om jay manfaat dari menulis adalah (1) kepuasan batin, kepuasan batin ini tidak bisa dibeli oleh apapun, saat seorang penulis bisa menyelesaikan tulisannya dan bisa menuangkan semua ide yang ada di pikirannya, maka dia kan mendapatkan kepuasan batin yang luar biasa (2) dapat penghasilan tambahan, dengan menulis seseorang dapat menghasilkan tambahan penghasilan yang tidak terduga duga (3) popularitas, dengan menulis maka orang akan mengenal siapa kita, dengan menulis dunia akan mengenal kita, akan mengenal ide ide dan pikiran kita (4) lebih memahami pengetahuan, menulis adalah proses belajar, menelaah dan hasilnya berupa pemahaman yang kita tuliskan kembali (5) membangun kecerdasan bangsa, dengan menulis kita ikut andil dalam membangun kecerdasan bangsa dengan ide, pemikiran yang kita tuliskan.
Tidak ada semangat belajar. Bila tidak ada semangat belajar menulis maka yang harus dilakukan adalah (1) menciptakan masa depan (2) ciptakan sensasi (3) mulailah dengan rasa senang (4) kembangkan tujuan (5) ingat kematian (6) tinggalkan teman yang tidak perlu (7) hampiri bayangan kecemasan (8) berlatih dengan keras
Merasa tidak punya waktu. Bila anda tidak punya waktu maka berikut ini cara cara mudah mengatur waktu (1) buang jam karet,  jangan pernah menyia nyiakan waktu begitu saja (2) gunakan waktu seefektif mungkin (3) manfaatkan waktu produktif, siapa yang pandai mengelola waktu maka dia akan sukses.
Buta bahasa tulis. Bila anda buta bahasa tulis menulis maka teruslah berlatih menulis.  Gunakan tanda baca dan pelajari cara orang lain menulis.  Lama lama anda akan merasakan bahwa menulis itu mudah.  Anda akan merasakan terangnya kehidupan karena anda mampu menulis.

Merasa tidak punya ide. Bila anda tak punya ide menulis maka baca buku om jay yang berjudul menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Sebetulnya ide ide banyak terdapat disekitar kita, disekeliling kita, hanya saja kita belum terbiasa untuk mengenali dan menjumputi ide ide itu untuk kemudian merangkainya menjadi kalimat yang indah.

Sabtu, 23 September 2017

Hijrah dan Prasangka baikku Kepada Allah

Assalamualaikum, Wr. Wb
Hari ini, Sabtu 23 September 2017, adalah dead line tugas 2 yang diberikan oleh Bapak Wijaya Kusuma selaku coach kami pada pelatihan menulis online melalui WA.  Sejujurnya belum ada ide dan tema yang terlintas untuk saya tuliskan pada tugas kali ini, entah memang dasarnya saya belum terbiasa menulis atau memang ide untuk menulis kali ini buntu total, mungkin karena waktunya bersamaan dengan deadline workshop literasi, dimana untuk mendapatkan kesempatan mengikuti workshop ini kami diwajibkan mengirim naskah buku dengan minimum 60 halaman, itupun masih harus diseleksi...alamakk...mmm 60 halaman dalam waktu 5 hari...buat saya itu berattt jenderalll...seloroh beberapa teman grup di wa, termasuk saya yg pemula ini juga merasakan hal yang sama.  Jadi pada intinya saya harus tetap menyelesaikan tugas dari Om Jay (panggilan kami untuk Bpk Wijaya).  Sampai jam 13.00   sudah ada 10  tulisan lebih yang terkirim ke email om Jay, dan itu membuat saya gemetarrr terlebih membaca karya teman teman yang diupload Om Jay di grup WA kami, Subhanallah tidak bisa dikatanya “biasa” tulisan teman teman ini, dari yang menulis dari hati yang paling dalam sehingga “pesan” nyapun sampai ke dalam lubuk hati, hingga yang bahasanya “tingkat tinggi” yang membacanya pun perlu konsentrasi ...O my God, semakin sadarlah diri ini bahwa ilmu menulis yang dipunyai belum seujung kuku dibanding teman teman yang lain, menulis adalah keterampilan yang tidak bisa “sim salabim”, orang yang terbiasa menulis akan terlihat dari caranya menorehkan dan merangkai kata kata di atas kertas, betapa alurnya teratur sesuai dengan alur berpikirnya, dan itu didapat dengan berlatih lama, tekun, komitmen  dan  tidak mengenal lelah.
Jadi, disinilah saya, sampai pada waktunya untuk saya membuat tulisan yang akan saya kirim untuk Om Jay.  Seperti Om jay bilang, paling mudah menulis adalah menulis dari keseharian atau dari pengalaman yang pernah kita jalani, pernah kita lewati.  Sayapun berpikir inilah yang akan saya bagi kepada Om Jay sebagai latihan menulis saya di pertemuan kedua ini.
15 tahun yang lalu saya berdua suami hijrah ke kota metropolitan ini, mengadu nasib dengan berbekal ijazah yang kami punyai, alhamdulillah suami mendapatkan pekerjaan di perusahaan farmasi sesuai dengan bidangnya, sedang saya mendapat pekerjaan sebagai staff PPIC (Planning Production and Inventory Control) disebuah perusahaan acrilic di kota ini, dimana pekerjaan ini sangat tidak sesuai dengan ijazah yang saya punyai sebagai seorang sarjana biologi, sering saya mengeluh bahwa saya harus belajar cepat untuk pekerjaan ini karena seharusnya pekerjaan ini adalah “lahan” untuk orang orang lulusan teknik Industri, belum lagi bos saya yang orang korea yang selalu marah tiap hari dengan kami para staffnya yang membuat saya semakin tidak nyaman bekerja di kantor ini. Tetapi suami selalu menguatkan, beliau selalu bilang “ ini hanya sementara ya bunda” sampai nanti bunda mendapat pekerjaan yang sesuai dengan minat bunda.  Terkadang ada rasa “sedih” di dalam hati, mau keluar dari pekerjaan sepertinya tidak mungkin melihat “perekonomian”  kami yang masih “merangkak”, (saat itu kami masih mengontrak di sebuah rumah sederhana), tapi untuk bertahan juga betapa beratnya.  Dua tahunpun berlalu saya menguatkan diri untuk bekerja di tempat tersebut sampai saya melahirkan si sulung.  Setelah melalui masa cuti tiga bulan tiba saatnya saya harus masuk bekerja kembali, rasanya berat ya Allah meninggalkan bayi mungil saya di rumah seharian (saya dijemput jam 6 pagi, sampai rumah jam 7 malam) dengan seorang pengasuh rumah tangga.  Semakin sedih tiap hari saat pagi hari mobil jemputan dari perusahaan sampai di kontrakkan kami (karena saya staff maka saya dapat fasilitas mobil jemputan dari kantor untuk pulang pergi bekerja), dan bayi saya sedang asik asiknya menyusui, saya pun harus melepaskan susuannya dengan paksa, karena klakson mobil jemputan yang sudah tidak sabar untuk menunggu. Dengan diiringi tangisan bayi kecil saya, saya pun berangkat kekantor dengan tangisan saya yang juga berderai, sampai 2 minggu seperti itu hingga akhirnya saya sadar saya harus “memilih”, ya memilih.  Walaupun terbayang bahwa nanti akan berkurang penghasilan padahal baru punya bayi yang pasti membutuhkan banyak biaya. Bismillahirrohmanirrohim, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,  saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan ini.  
Saat saya menyampaikan niat saya untuk resign dari pekerjaan, alhamdulillah suamipun menyetujuinya, beliau mengatakan “ndak apa apa bunda, nanti ayah akan bekerja lebih giat, InshaAllah kalau sudah rezeki kita, tidak akan kemana”.  Alhamdulillah saya sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat pengertian. Satu bulan saya menjadi full day mother, pada awal juli ada panggilan interview dari salah satu sekolah SMA swasta di kota kami, alhamdulillah singkat cerita saya diterima mengajar menjadi guru biologi honorer di  SMA tersebut, dengan penghasilan 1/7 dari penghasilan saya di tempat kerja yang dulu, tetapi dengan jadwal mengajar seminggu hanya 3 hari sehingga saya bisa lebih leluasa mengasuh anak saya.  Tapi anehnya walaupun penghasilan kami menurun drastis, saya tidak merasa kurang, saya merasa sangat bahagia, tiap berangkat mengajar saya bersemangat, mungkin ini yang dikatakan Allah sebagai “berkah”.  Hal ini sangat saya syukuri, menurut saya ini adalah anugerah luar biasa dari Allah untuk saya. Awal mengajar menjadi ujian tersendiri buat saya, karena saya mengajar kelas 12 SMA, sedangkan saya sudah lama tidak membuka lagi buku buku “pelajaran”, alhasil setiap hari sebelum mengajar saya selalu “belajar” dulu di rumah, buat saya hal itu jauh lebih mudah dibanding dengan dahulu saya harus melepaskan susuan anak saya dengan paksa.
6  Bulan menjadi guru honor di SMA tersebut, ada pendaftaran CPNS di kota kami, saya minta izin ke suami untuk mencoba peruntungan, suamipun mengizinkan, disaat itu banyak teman yang bilang, “percuma ikut, ada yg sudah puluhan kali ikut juga tidak lolos, kalau tidak punya koneksi atau uang jutaan mah ga akan lolos”.  Saya hanya diam, saya pikir biarlah saya mencoba, sembari selalu berdoa kepada yang kuasa, saya serahkan perjalanan hidup saya dan keluarga saya padaNya, saya hanya berprasangka baik padaNya. Dan mungkin memang rezeki anak saya kalau orang jawa bilang, alhamdulillah saya lolos tes tersebut, dan alhamdulillah lolos dengan jalan yang juga lurus, dari 2 orang guru Biologi SMA yang dibutuhkan saat itu, saya salah satunya, saat banyak orang bilang mustahil jadi PNS kalo tidak bayar berjuta juta, tetapi nyatanya seperti itu yang saya alami, apalah kami, kami hanya orang perantauan yang tidak punya saudara satupun di kota ini, apalagi uang puluhan juta. Allah memang tidak tidur, dan Allah memang selalu sesuai dengan prasangka hambanya.
Pengalaman memang guru yang paling baik, pengalaman memang selalu indah untuk dikenang, mohon maaf  Om Jay saya jadi ngelantur, sebetulnya masih panjang cerita saya, lain kali dilanjutkan ya Om jay, mengingat saya masih harus menyelesaikan naskah buku literasi saya...hehehe.  Semoga sekelumit perjalanan hidup saya dapat diambil ibrahnya, saat kita berusaha untuk “hijrah” ke arah yang lebih baik, hijrah dengan alasan yang lebih baik, tidak usah ragu, Allah akan selalu bersama kita.
Jangan takut tidak punya rizki, tapi takutlah tak punya berkah karena tak jujur dan tak sungguh sungguh di jalan Allah menjemputnya, takutlah tak punya syukur saat sudah mendapatkannya, dan takutlah tak punya sabar ketika sedang ditahan atau disempitkan rezekinya. Dan satu hal lagi selalu berprasangka baik lah kepada Allah, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba hambaNya.
Wassalamualaikum, Wr.Wb

Kamis, 21 September 2017

Dia yang menyimpan rasa sombong, ujub, atau takabbur merasa dirinya memiliki kelebihan, keistimewaan, keunggulan dan kemuliaan dari orang lain, adalah sedang menghadapi masalah yg sangat serius. kita harus waspada, sebab kesombongan inilah yg menyebabkan setan terusir dari surga, kemudian dikutuk oleh Allah selamanya.  Hadirnya rasa takabbur sangat halus sekali, karena itulah banyak orang merasa telah tawadhu (rendah hati) padahal tanpa disadarinya di mata orang lain dia sedang menunjukkan sikap takabburnya.
ku sebut saja namanya senja
dia yang selalu menemaniku untuk mengagumimu
meskipun dia bisu
aku tak peduli
tetap saja aku akan bercerita tentangmu padanya
sampai dia hanya membalas dengan gerimis
di matanya
dan menyuruhku pulang
dan memberitahuku selalu
bahwa aku sedang melakukan sesuatu
yang membuatnya membenciku


21 September 2017

21.11

Dengarkan aku...
Berjuanglah dalam hening
sembunyikan alasan alasanmu
dalam doa yg paling rahasia
tak usah kau pedulikan
mereka yang berisik

nanti pada salah satu titik keberhasilanmu
kau akan mengerti, apa artinya semua ini
sabar..sabar..sabar..
dan tahukah kau
nama lain kekuatan adalah kesabaran